BNPB: Banjir Jayapura Landa Sembilan Kelurahan, Tiga Orang Meninggal

Editor: Satmoko Budi Santoso

383

JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur daerah Jayapura telah menyebabkan banjir bandang di Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua pada Sabtu 16 Maret 2019 sekitar Pukul 21.30 WIT. Hujan deras turun sejak pukul 18.00 WIT sehingga menimbulkan banjir yang menewaskan tiga orang warga masyarakat.

Sembilan kelurahan di Kecamatan Sentani diterjang banjir bandang di antaranya; Kelurahan Barnabas Marweri, Piter Pangkatana, Kristian Pangakatan, Didimus Pangkatana, Andi Pangkatana, Yonasmanuri, Yulianus Pangkatana, Nelson Pangkatan, dan Nesmanuri.

Banjir masuk ke rumah-rumah warga dan rumah sakit. Jalan berubah menjadi aliran permukaan air yang deras.

“Evakuasi dan pendataan masih dilakukan. Data sementara 3 orang meninggal dunia, ketiga korban sudah ditemukan. Kerusakan meliputi 9 unit rumah warga hanyut, 1 unit mobil hanyut, 3 jembatan rusak dan kerusakan lainnya,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB lewat keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Sutopo menyebutkan, BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD,  dan relawan melakukan evakuasi warga di tempat yang aman. Sebagian daerah masih terendam banjir, Jalan Tabita di Sentani terendam banjir dan tidak dapat dilalui.

“Warga Kemiri sudah mengungsi ke daerah Gunung Merah yang lebih tinggi. Beberapa daerah lain juga terendam banjir seperti di Pasar Baru, BTN Gajah Mada dan lainnya. Banjir juga masuk ke beberapa ruangan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Sentani,” ujarnya.

Lebih jauh Sutopo mengatakan, Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Papua untuk melakukan proses evakuasi dan bantuan bagi para korban. Baik yang sudah meninggal dunia maupun korban luka akibat adanya banjir bandang yang menerjang sembilan kelurahan.

“Kita terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Papua guna memastikan proses evakuasi dan pertolongan kepada korban terus dilakukan di lokasi. Dan memastikan bahwa warga masyarakat dievakuasi ke tempat yang aman,” sebut Sutopo.

Baca Juga
Lihat juga...