Cegah HIV-AIDS, KPAD NTB Diminta Gandeng Organisasi Perempuan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj Niken Saptarini Widyawati. Foto: Turmuzi

MATARAM — Dalam upaya mencegah penularan HIV-AIDS, Komisi Penaggulanganan AIDS Daerah (KPAD) Provinsi Nusa Tenggara Barat diminta menggandeng berbagai ormas, termasuk organisasi perempuan.

“Apalagi sebagian besar penderita HIV-AIDS di NTB berada pada usia produktif. Dimana salah satu urutan penderita terbanyak adalah kaum ibu – ibu,” kata Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati, Jum’at (15/3/2019).

Menurutnya dengan menggandeng dan melibatkan organisasi perempuan, termasuk muslimat organisasi Islam seperti NU, Nahdatul Wathan dan Muhammadiyah, upaya sosialisasi tentang bahaya serta upaya pencegahan akan lebih maksimal. Mengingat banyak masyarakat yang masih awam.

“Bersama PKK dan organisasi wanita yang ada diharapkan dapat menjangkau masyarakat dari tingkat kabupaten hingga  desa, ” katanya.

Niken menambahkan, selain itu salah satu faktor lain penyebab masih tingginya penularan, karena NTB menjadi salah satu pengirim tenaga kerja luar yang ketika pulang ke daerah kerap telah terjangkiti.

Berdasarkan data KPA NTB 2018, jumlah penderita HIV/AIDS setiap tahun cendrung bertambah, dimana saat ini tercatat 1.532 orang.

Pada 2015, KPA Provinsi NTB menemukan 1.083 orang teridentifikasi HIV/AIDS. Jumlah tersebut bertambah menjadi 1.235 orang pada 2016. Kemudian 2017 lalu bertambah menjadi 1.448 orang.

Lihat juga...