Damandiri Restrukturisasi Organisasi Koperasi

Editor: Koko Triarko

269

YOGYAKARTA – Yayasan Damandiri mendorong koperasi di tingkat desa melakukan reorganisasi, untuk menghadapi tantangan perkembangan zaman, khususnya menyambut era revolusi industri 4.0. 

Melaui kegiatan Rapat Kerja Restrukturisasi Organisasi dan Manajemen Koperasi di Yogyakarta, Selasa-Rabu (12-13/3/2019), Yayasan Damandiri melakukan penyederhanaan struktur koperasi di semua koperasi yang ada di desa binaan program Desa Mandiri Lestari.

Ketua Yayasan Damandiri, Subiyakto Tjakrawerdaya, mengatakan koperasi sebagai pilar seluruh kegiatan di tiap Desa Mandiri Lestari, harus mampu melakukan reorganisasi agar menjadi lebih ramping, fleksibel, dan adaptable terhadap setiap perkembangan zaman yang sangat cepat.

“Banyak koperasi saat ini yang organisasinya masih kurang efektif. Ada pengurus, pengawas dan manajemen. Jadi, tiga pihak. Karena itu, sekarang kita potong. Sehingga manajemen, ya pengurus. Pengurus jadi satu dengan manajemen,” katanya.

Dengan reorganisasi tersebut, nantinya seluruh koperasi di Desa Mandiri Lestari tidak lagi memiliki struktur kepengurusan yang lama, seperti ketua, sekretaris, bendahara dan manajer. Sebab, manajer koperasi nantinya juga akan menjadi ketua pengurus.

“Kita ingin koperasi adaptable dengan perkembangan, yang didukung teknologi digital. Sehingga organisasinya harus lebih ramping. Karena itu, kita siapkan koperasi menjadi organisasi yang siap manfaatkan ekonomi digital. Sekaligus sebagai cikal bakal membangun desa cerdas teknologi,” katanya.

Selain menjalin kesepahaman dan kesepakatan dengan seluruh pengurus koperasi Desa Mandiri Lestari, Yayasan Damandiri melalui kegiatan tersebut juga akan merekrut, mendidik dan melatih setiap pengurus koperasi itu, agar memiliki kesiapan menyambut era revolusi industri 4.0.

“Harapannya, kegiatan ekonomi di tiap desa akan menjadi lebih efisien. Misalnya, dalam menjual produk hasil pertanian, kerajinan, dan sebagainya, bisa dilakukan dengan teknologi ekonomi digital. Sehingga desa akan makmur. Tidak ada yang miskin,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...