Damandiri Siapkan Desa Modern Hadapi Era Industri 4.0

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Desa Binaan Yayasan Damandiri akan menjadi desa pioneer dalam mewujudkan desa-desa cerdas dan modern di Indonesia. Desa cerdas dan modern adalah desa yang mampu menguasai teknologi dalam menjalankan setiap kegiatan masyarakatnya, termasuk dalam bidang ekonomi. 

Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya, mengatakan lahirnya desa-desa modern merupakan sebuah keniscayaan, di tengah arus perubahan zaman saat ini. Sebab, tatanan dunia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Semua hal sudah mulai dijalankan dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Kita segera masuk era revolusi industri 4.0. Bahkan, beberapa negara lain sudah mulai masuk revolusi 5.0. Karena itu, desa-desa di Indonesia harus siap. Desa tidak boleh ketinggalan,” katanya, dalam acara Penyerahan Program Desa Mandiri Lestari Kabupaten Bantul, sekaligus Peletakan Batu Pertama Pasar Modern Trirenggo, oleh Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto), di desa setempat, Sabtu (30/3/2019).

Menyikapi hal itu, sambung Subiakto, Yayasan Damandiri akan menyiapkan desa-desa binaannya, melalui program Desa Mandiri Lestari. Berbagai program yang telah dijalankan Yayasan Damandiri, melalui Desa Mandiri Lestari akan digitalisasi, sehinggga memudahkan masyarakat.

“Warga yang ingin mengajukan pinjaman modal usaha lewat Tabur Puja, sebentar lagi bisa lewat HP. Dalam beberapa jam, tidak sampai satu hari, uang bisa keluar. Jadi, tidak perlu nunggu seminggu. Warung-warung Damandiri juga akan kita perkuat. Jika ingin membeli barang dagangan ke koperasi, nanti cukup telepon pakai HP ke koperasi. Barang akan diantar,” katanya.

Sejak 2016, Yayasan Damandiri fokus melakukan upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui program Desa Mandiri Lestari. Sejumlah Desa Mandiri Lestari dibentuk di sejumlah daerah. Lewat Desa Mandiri Lestari inilah berbagai program bantuan dan pemberdayaan digulirkan.

“Program kita bukan bagi-bagi duit. Tapi, program pemberdayaan. Ini prinsip utama Yayasan Damandiri. Dari 4 Desa Mandiri Lestari di DIY, kita sudah bangun 40 homestay. Lalu, bedah rumah ada 35 unit. Lantainisasi sebanyak 285 dan jambanisasi sebanyak 237 rumah. Selain itu, ada pinjaman modal usaha melalui Tabur Puja senilai Rp2 juta per nasabah. Total sudah mencapai lebih dari Rp3 miliar,” katanya.

Lihat juga...