Dapat Bantuan Modal, Jayusman Siap Cari Nafkah Lagi

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sejak beberapa tahun belakangan, kondisi fisik Jayusman (57), memang tak lagi sempurna. Ia nampak kesulitan melakukan setiap aktivitas sehari-hari. Alih-alih untuk bekerja mencari nafkah bagi keluarga, untuk berjalan saja ia kesulitan, sehingga harus selalu dibantu sang istri. 

Ke mana pun bepergian, sebuah kaki palsu akan nampak selalu menyertai bapak lima orang anak itu. Kaki palsu itu menjadi pengganti sekaligus alat bantunya untuk berjalan ke mana pun ia pergi, setelah kaki kanannya harus diamputasi pada 2003.

Penyakit diabetes yang menggerogoti tubuhnya sejak lama, diduga menjadi penyebab Jajusman harus kehilangan kaki kanannya. Padahal, kaki itu selama ini selalu menjadi tumpuan baginya untuk bekerja menghidupi istri dan ke lima anak-anaknya.

“Sebelumnya saya kerja berdagang. Tapi karena sakit diabet, dan kaki harus diamputasi setelah terjatuh, akhirnya sejak 2003 saya tidak bekerja. Istri sempat melanjutkan berdagang, tapi karena sibuk mengurusi saya, akhirnya, usaha tidak jalan,” katanya, saat ditemui usai acara Penyerahan Program Desa Mandiri Lestari Kabupaten Bantul, sekaligus Peletakan Batu Pertama Pasar Modern Trirenggo, bersama Titiek Soeharto, Sabtu (30/03/2019).

Warga Dusun Saptodadi, Ngentak, Bantul, itu merupakan salah satu penerima bantuan modal usaha pedagang kaki lima. Ia mendapat bantuan dari Yayasan Damandiri, berupa sebuah gerobak angkringan berikut isi dagangannya.

Bantuan itu diberikan untuk memberikan kesempatan bagi warga desa, khususnya penyandang disabilitas seperti Jayusman, agar dapat hidup lebih mandiri dengan bekerja dan memulai sebuah usaha.

“Saya sangat senang dan berterima kasih atas bantuan ini. Karena bantuan semacam ini bisa memandirikan penyandang disabilitas seperti saya. Agar tidak tergantung pada orang lain,” katanya.

Karena tidak bekerja, Jayusman selama ini mengaku lebih banyak mengandalkan bantuan dari sanak saudara untuk menyambung hidupnya. Padahal, Jayusman sebenarnya mengaku masih memiliki semangat yang tinggi untuk bisa hidup lebih mandiri, dengan bekerja, meski dengan segala keterbatasannya.

“Terima kasih, saya sangat bersyukur. Karena dengan bantuan ini saya bisa memulai hidup baru,” katanya.

Lihat juga...