Dikandangkan, Solusi Hindarkan Ternak dari Penyakit Saat Musim Hujan

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Peternak kambing di Lampung Selatan memilih mengurangi kegiatan penggembalaan ternak selama musim hujan.

Solihin, salah satu pemilik ternak kambing di Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut, di musim hujan ternak kambing rentan terkena penyakit. Beberapa yang biasa menyerang diantaranya, mencret, perut kembung, cacingan serta kudis atau dikenal dengan scabies. Mengandangkan menjadi upaya untuk mengantisipasi penyakit tersebut.

Rumput yang masih basah dan muda di musim penghujan, disebutnya rentan mengakibatkan cacingan. Hama cacing bundar, kerap menempel di rumput yang basah oleh hujan saat pagi hari. Untuk mengurangi cacingan, rumput terlebih dahulu dikeringkan sebelum diberikan kepada ternak. Pengeringan rumput biasa dilakukan setelah proses fermentasi, untuk mencegah cacingan.

“Saat musim kemarau meski rumput susah namun ternak kambing jarang terserang penyakit, sebaliknya saat musim hujan rumput yang basah, masih muda, bisa mengakibatkan kembung serta cacingan,” tutur Solihin saat ditemui Cendana News, Jumat (22/3/2019).

Ternak yang cacingan, bisa terkena penyakit kekurangan darah atau anemia. Hal tersebut biasa ditandai dengan gejala ternak mengalami kurang nafsu makan, sehingga bisa menyebabkan kematian. Buah pinang sering dipilih untuk menjadi obat tradisional mengatasi ternak yang cacingan. Buah pinang dikeringkan lalu ditumbuk dan diberikan sesuai takaran yang tepat, satu sendok untuk satu ember tempat minum.

Selain itu, kandang ternak dibuat dengan sistem panggung, untuk memudahkan pembersihan kotoran dan menghindari area kandang menjadi lembab. “Jika kambing tetap digembalakan saya mengeluarkan kambing dari kandang saat cuaca mulai panas, sehingga kambing tidak memakan rumput yang masih mengandung embun,” papar Solihin.

Ngadimun,salah satu peternak di Desa Tanjungsari,Kecamatan Palas, Lampung Selatan memberi pakan hijauan – Foto Henk Widi

Ngadimun, peternak lain di Desa Tanjungsari, Kecamatan Palas menyebut, tidak pernah menggembalakan lima ekor kambingnya. Ternak dipelihara dengan dikandangkan, agar tidak merusak tanaman pertanian milik warga lain.

Selain itu, saat musim penghujan kambing yang digembalakan rentan terkena penyakit gudik atau gatal-gatal. Penyakit cacingan pada kambing juga berpotensi terjadi, jika kambing digembalakan di lahan pertanian.

Ternak kambing yang digembalakan di padang rumput juga memiliki harga jual rendah. Kambing yang dipelihara di kandang memiliki harga jual lebih tinggi. Harga kambing berumur dua tahun bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp2,5 juta. “Kambing yang dari fisiknya sudah terlihat tidak sehat atau terkena penyakit harga jualnya bisa lebih murah,” beber Ngadimun.

Mengantisipasi ternaknya terkena penyakit, Ngadimun menanam sumber pakan alami berupa rumput odot dan gajahan. Tanaman tersebut dipupuk memakai kotoran ternak. Sementara, sebagian pakan diperoleh dari mencari rumput di tepi sungai yang bersih.

Lihat juga...