Dinkes Padang: Perkembangan Terbesar Jentik Berada di Rumah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PADANG — Gerakan Serentak Serbu DBD yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Padang, Sumatera Barat, menemukan bahwa perkembangbiakan jentik nyamuk aedes aegypti  paling banyak di kawasan rumah. Salah satunya disebabkan masih banyaknya barang bekas yang menjadi tempat bersarangnya di sekitar pemukiman.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani/Foto: M. Noli Hendra

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani mengatakan, berdasarkan Angka Bebas Jentik (ABJ) yang didapatkan tim di lapangan, rumah berada di urutan pertama, yakni mencapai sebesar 84,48 persen, di masjid/mushalla 81,54 persen, serta untuk di kawasan sekolah berada di angka 56,05 persen.

Ia menjelaskan, cukup banyak tempat tinggal masyarakat yang kurang terawat. Tidak hanya di luar, kondisi di dalam rumahpun terlihat seakan masih ada kurang kepedulian pemilik untuk membersihkan, seperti bak mandi, membuang barang-barang bekas, serta masih banyaknya genangan-genangan air.

“Hal yang perlu dilakukan itu ialah jangan lagi membiarkan jentik nyamuk itu berkembang. Jangan ada lagi air-air yang tergenang di barang-barang bekas, dan yang lainnya. Menghindari baju bergelantungan  dan onggokan pakaian,” katanya di Padang, Jumat (15/3/2019).

Sedangkan untuk kawasan masjid/mushalla hal yang perlu diperhatikan ialah tempat aliran pembuangan. Jika ada yang tersumbat, maka jentik-jentik nyamuk aedes akan tumbuh.

“Kalau untuk tempat ibadah ini, kepada pengurusnya harus rajin membersihkan kamar mandinya, dan juga perlu memperhatikan betul kondisi aliran airnya. Untuk hal lainnya, bisa dikatakan masjid/mushalla terbilang cukup bersih,” ujarnya.

Lalu untuk di kawasan sekolah, meski secara angka menunjukan tidak terlalu besar, namun keberadaan nyamuk merupakan ancaman yang besar bagi para murid ataupun siswa. Sekolah dinyatakan turut menjadi tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk, karena untuk kamar mandi masih banyak yang kotor.

Ferymulyani mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Padang agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama lingkungan sekolah.

“Temuan jentik nyamuk penyebab DBD ini merata di seluruh kelurahan di Kota Padang. Dengan demikian, hal ini harus kita sikapi bersama-sama sebelum DBD mewabah di Kota Padang,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, upaya penanggulangan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Padang, Puskesmas dan Gerakan Serentak Serbu DBD tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat.

“Penanggulangan tidak berhenti pada Gerakan Serentak Serbu DBD saja, namun akan tetap berlanjut dengan penyuluhan DBD ke rumah-rumah, di Posyandu, Puskesmas. Kampanye melalui poster, pamlet, stiker, dan juga melaksanakan fogging di tempat-tempat rawa. Tetapi, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak membunuh jentik,” sebutnya.

Ditambahkannya, gerakan Serentak Serbu DBD yang diikuti pelajar (serdadu jentik), Ibu-Ibu (Bunda), mahasiswa, organisasi profesi kesehatan, Saka Bakti Husada, Palang Merah Remaja melakukan pemeriksaan terhadap 41.526 rumah, 380 sekolah, dan 455 masjid/mushalla yang tersebar di seluruh kelurahan.

Lihat juga...