hut

DLHK NTB Bentuk 100 Bank Sampah

Editor: Koko Triarko

Kepala DLHK NTB, Madani Mukarom/Foto: Turmuzi

MATARAM – Untuk mendukung dan merealisasikan program Nusa Tenggara Barat (NTB) bebas sampah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), pada tahun anggaran 2019 membentuk 100 bank sampah yang tersebar di setiap desa dan kelurahan.

“Kalau pada 2018 lalu, Pemprov telah membentuk 50 bank sampah, tahun 2019 ini Pemprov kembali membentuk 100 bank sampah. Setiap desa diupayakan ada satu bank sampah. Bahkan, sampai 2023 mendatang, bank sampah sudah terbentuk di setiap dusun,” kata Kepala DLHK NTB, Madani Mukarom, Rabu (13/3/2019).

Ia menyebutkan, jumlah desa dan kelurahan di NTB sekarang ini, lebih dari 1.400. Untuk anggaran, selain ada intervensi Pemprov, juga mengharapkan Pemda kabupaten kota bisa mengalokasikan anggaran untuk pembentukan bank-bank sampah di tiap desa.

Desa melalui BUMDes juga diwajibkan membuat bank sampah menggunakan ADD atau Dana Desa. Untuk memastikan Pemda kabupaten kota mengalokasikan anggaran untuk bank sampah dan jamban keluarga, mulai APBD Perubahan 2019, Pemprov akan memperketat evaluasi APBD kabupaten kota.

“Kalau Pemda kabupaten kota belum mengalokasikan anggaran untuk pembentukan bank sampah dan jamban keluarga, maka persetujuan provinsi terhadap APBD tak akan keluar. Anggarannya harus dapat dipastikan untuk sampah dan jamban keluarga sebelum disetujui provinsi,’’ kata Madani.

Sebab, masalah penanganan sampah pada dasarnya merupakan tugas kabupaten kota. Pemprov hanya memancing, agar lebih serius menangani masalah sampah.

Wakil Gubernur NTB, sebelumnya meminta  DLHK banyak menggandeng dan melibatkan pengusaha sampah termasuk Pondok Pesantren, dalam merealisasikan NTB bebas sampah.

Dengan mendatangi pengusaha sampah, Ponpes, desa-desa, dorong pembentukan bank sampah, sehingga sampah menjadi berkah dan bisa menghadirkan kesehatan dan kemakmuran untuk semua.

Mengingat banyak masyarakat maupun Ponpes selama ini melakukan terobosan dengan mengolah sampah menjadi sesuatu  yang bermanfaat, seperti membuat pupuk organik, termasuk membuat kerajinan kreatif dari sampah nonorganik.

Keberadaan pengusaha maupun ponpes yang peduli terhadap masalah sampah, perlu didukung, agar penanganan dan pengelolaan sampah menjadi lebih maksimal, karena kalau mengandalkan pemerintah semata tentu tidak akan bisa.

Kalangan masyarakat, aktivis dan pegiat lingkungan juga perlu digandeng untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pentingnya menjaga lingkungan dari pencemaran akibat sampah.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com