Februari, Pasien DBD di Banjarmasin Turun

145
Ilustrasi nyamuk Aedes Aegepty - Foto Istimewa/Dok CDN

BANJARMASIN – Jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banjarmasin selama Februari tercatat ada sembilan orang.

Jumlahnya turun bila dibandingkan data pada Januari 2019,  yang mencapai 10 orang. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kota Banjarmasin, dr Dwi Atmi Susilastuti, mengungkapkan, jumlah total pasien DBD sampai akhir Februari 2019 ada 19 orang.

Dari jumlah tersebut, tercatat satu orang pasien meninggal di Januari 2019. “Yang Maret ini belum kita hitung lagi, semoga tidak ada peningkatan, apalagi masyarakat mulai sadar melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” tandasnya, Jumat (15/3/2019). Masyarakat, harus mengetahui cara pencegahan DBD yang baik dan benar. Persepsi yang salah mengenai DBD hanya bisa diatasi dengan pengasapan (fogging) harus diluruskan. Pengasapan hanya mematikan nyamuk dewasa.

Sementara, jentik nyamuk tetap berkembang biak, sehingga dibutuhkan cara lain untuk mencegah DBD. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), menjadi pilihan karena nyamuk dewasa maupun jentik nyamuk dapat dihilangkan. “Cara paling ampuh memberantas DBD dengan melaksanakan gerakan “3M Plus”. Gerakan 30 menit dalam seminggu, menguras bak mandi dan tempat penampungan air yang ada di rumah, menutup bak air atau penampungan air dengan menaburkan bubuk abate,” jelasnya.

Selain itu mengubur sampah-sampah yang berpotensi menjadi tempat nyamuk bertelur. Untuk kegiatan plus adalah, memakai kelambu di kamar tidur, menggunakan obat nyamuk, serta membersihkan lingkungan tempat tinggal. “Jadi kita tetap mengharap masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...