Gempa 5,8 SR Guncang Lombok, Puluhan Rumah Rusak

Editor: Satmoko Budi Santoso

355

LOMBOK  – Gempa bumi berkekuatan 5,8 skala Richter dengan lokasi 8.30 LS, 116,60 BT (24 km Timur Laut Lotim NTB) kedalaman 10 km pada minggu 17 Maret 2019 telah mengakibatkan terjadinya korban luka dan kerusakan pemukiman milik warga di Desa Sembalun dan sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Timur.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, warga yang mengalami korban luka ringan hingga sedang sebanyak 13 orang yang tersebar di empat kecamatan.

“Jumlah tersebut tidak menutup kemungkinan akan bertambah, karena saat ini BPBD sedang turun melakukan pengecekan langsung di lapangan,” kata Kepala BPBD NTB, Muhammad Rum, melalui pesan singkat, Minggu (17/3/2019).

Kepala BPBD NTB, Muhammad Rum – Foto: Turmuzi

Sementara untuk kerusakan rumah, BPBD belum bisa memastikan jumlahnya berapa. Sementara ini bisa mencapai puluhan mengingat tim saat ini masih di lapangan membantu proses evakuasi terhadap masyarakat terdampak gempa.

Dikatakan, wilayah paling parah terdampak gempa dan mengakibatkan kerusakan antara lain Kecamatan Pringgasela, Kecamatan Sembalun, Kecamatan Sambelia, Kecamatan Aikmel, Kecamatan Montong Gading dan Kecamatan Sikur.

“Gubernur langsung turun melakukan pemantauan daerah terdampak gempa di Lombok Timur,” katanya.

Sebelumnya, gempa bumi dengan kekuatan 5,8 SR pada Minggu 17 Maret 2019 pukul 14.07.26 WIB mengguncang wilayah Kabupaten Lombok Timur. Dua menit kemudian pada pukul 14.09.19 WIB terjadi gempa bumi susulan dengan 5,1 SR pada 8,51 LS dan 116,49 BT kedalaman 10 km.

Kepala BMKG Mataram, Agus Rianto, mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hasil analisis  menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault).

Meski demikian, hasil pantauan BMKG, menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami. Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Lihat juga...