Gubernur Luncurkan Aplikasi ‘Jakarta Aman’

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, mengatakan, rasa aman merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh pemerintahan di suatu daerah. Sehingga, sistemnya pun membutuhkan pembaruan yang mutakhir sesuai dengan perkembangan zaman.

“Jakarta harus diikhtiarkan menjadi kota aman bagi semua. Apalagi, mereka yang rentan terhadap ancaman. Sehingga, perlu sistem yang menjamin keamanan warga yang dibangun sesuai abad 21,” kata Anies, saat peluncuran aplikasi ‘Jakarta Aman’ di Balai Irung, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).

Anies menjelaskan, dari sistem keamanan tersebut, menuntut ketersambungan, baik antara warga dengan pihak-pihak yang berwenang terkait keamanan di Ibu Kota Jakarta, maupun warga dengan lingkungan sendiri. Dan, aplikasi ‘Jakarta Aman’ itu mampu menjawab tantangan tersebut.

“Hari ini kita hidup di abad 21 yang menuntut ketersambungan (konektivitas), dan untuk menjaga keamanan menjadi tangung jawab semua. Aplikasi yang disusun ini memungkinkan hal tersebut, karena menghubungkan masalah warga langsung ke pihak terkait, serta memberi tahu warga terdekat, agar cepat menolong,” paparnya.

Orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta itu juga turut mengajak seluruh jajarannya beserta warga DKI, untuk mengunduh aplikasi ‘Jakarta Aman’, agar tercipta komunitas yang saling menjaga dan merespons dengan cepat suatu kejadian atau masalah.

“Our community is our security, dan itu yang menjadi dasar aplikasi ini diluncurkan. Kita ingin aplikasi ‘Jakarta Aman’ betul-betul berfungsi. Maka, saya mengajak untuk men-download aplikasi ini, sehingga antarpengguna saling bantu dan menghadirkan rasa aman di kota ini,” tuturnya.

Anies menjelaskan, selama ini pemerintah hanya menyediakan nomor seperti call center, lalu petugas menginstruksikan ke petugas terdekat di lokasi kejadian.

“Konsep menjaga keamanan menjadi kewajiban semua, semuanya terlibat, semuanya merespons, semuanya bisa bertindak. Aplikasi memungkinkan bila memiliki masalah, pencet, maka siapa pun yang ada di radius dekat, kita tahu bahwa ada masalah. Jadi, kejadian itu diketahui bukan saja oleh aparat,” ungkapnya.

Anies mengatakan, setiap wilayah, termasuk Jakarta, harus memastikan para warga berada di tempat yang aman. Sehingga ia mengharapkan adanya aplikasi ‘Jakarta Aman’ bisa benar-benar membantu masyarakat, termasuk dalam keterlibatan membantu mengatasi kejahatan.

“Jadi, yang melindungi kita secara peraturan perundang-undangan memang aparat penegak hukum, tapi yang punya tanggung jawab moral melindungi adalah kita semua. Pengamanan kita adalah komunitas kita. Inilah yang kemudian diluncurkan dan bisa jadi pengaman ramai-ramai,” ujar Anies.

Menurut Anies, saat ini aplikasi juga sedang dikembangkan dengan fitur keluarga yang memungkinkan setiap anggota keluarga mengetahui posisi masing-masing. Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk men-download aplikasi ‘Jakarta Aman’.

“Kita ingin ini bisa betul-betul berfungsi, untuk bisa berfungsi maka harus banyak yang download, register, maka tersambung. Kalau di ruangan ini cuma saya sendiri, ya nggak nyambung,” terang Anies.

Sementara, Direktur PT Jakarta Lebih Aman, Muhammad Fardhan, melihat Jakarta masih rawan kejahatan. Tingkat kejahatan di Jakarta tinggi dibanding wilayah lain.

“Jakarta Aman, kenapa DKI Jakarta, kita sebagai ibu kota menurut data BPS, kita tingkat kejahatan tertinggi dibanding provinsi yang lain,” ucapnya.

Selain tombol darurat, terdapat beberapa fitur dalam aplikasi ‘Jakarta Aman’, seperti Lapor, untuk melaporkan kejadian kriminal, atau kebutuhan layanan publik. Nomor Penting, berisi daftar nomor telepon darurat dan alamat penting di sekitar lokasi.

Komunitas Aman, fitur siskamling digital untuk keamanan lingkungan. Dan, Keluarga Aman, fitur ini sedang dikembangkan untuk mengetahui posisi keluarga saat bepergian.

“Selain tombol darurat, ada komunitas aman. Itu siskamling digital. Kita gabungkan RT, Hansip, dan lain-lain, untuk masuk satu grup keamanan. Kalau ada warga butuh keamanan, minimal ketua RT, Hansip mengetahui pertama,” ucapnya.

Dia terus berkomitmen bersama Pemprov DKI Jakarta, untuk meningkatkan fitur di dalam aplikasi karyanya, agar ke depan dapat membantu menutup celah sistem pelaporan warga, sehingga dapat mempercepat penanganan suatu kejadian.

“Kami bersama Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus meningkatkan beragam fitur di ‘Jakarta Aman’, agar dapat semakin menghubungkan antarwarga,” ujar Fardhan.

Setelah memberikan sambutan, Anies langsung menjajal aplikasi Jakarta Aman yang tersedia di Google Play Store.

Untuk diketahui, aplikasi Jakarta Aman memiliki beragam fitur, sebagai berikut.

– Tombol Darurat untuk mendapatkan bantuan sesegera mungkin dari operator 24 jam BPBD Provinsi DKI Jakarta (112);

– Komunitas Aman, dengan Siskamling Digital untuk keamanan lingkungan tempat tinggal;

– Lapor, Laporkan insiden keperluan layanan publik di sekitar;

– Nomor penting, memuat nomor telepon instansi penting di sekitar pengguna;

– Keluarga Aman, dengan Walk with Me yang dapat mengamati posisi anggota keluarga saat bepergian.

Aplikasi ‘Jakarta Aman’ merupakan sebuah aplikasi keamanan antarmasyarakat yang dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah, yang berkolaborasi dengan PT Indonesia Lebih Aman.

Aplikasi ini dapat diluncurkan juga atas hasil sinergi antarberbagai SKPD atau OPD di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, antara lain BPBD, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Perindustrian dan Energi, serta unit terkait lainnya.

Lihat juga...