Gunakan Pupuk Wijaya Kusuma, Sawah Terhindar dari Serangan Tikus

Editor: Satmoko Budi Santoso

697

BANYUMAS – Area sawah seluas satu hektare milik Sudiyat Dikin yang berada di Desa Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, terselamatkan dari serangan hama tikus.

Padahal area sawah di sekitarnya tanaman padi banyak yang roboh karena tikus. Hal tersebut karena Sudiyat menggunakan pupuk organik Wijaya Kusuma dari Korem 071/Wijayakusuma.

ʺIni pupuk diberi Pak Danrem, namanya Pupuk Wijaya Kusuma, khasiatnya luar biasa. Tanaman padi milik saya jadi terhindar dari hama dan pertumbuhannya sangat cepat. Sebelah lahan saya kemarin banyak yang roboh diserang tikus, tetapi tanaman saya tidak dijamah tikus sama sekali,ʺ tutur Sudiyat, Senin (11/3/2019).

Sudiyat merupakan salah satu petani yang menggunakan Pupuk Organik Wijaya Kusuma. Ia menyewa sawah milik desa seluas satu hektare dan sebagian area sawahnya menjadi demplot atau lahan percontohan untuk penggunaan Pupuk Wijaya Kusuma.

Memang tidak mudah untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan petani. Awal penanaman rencananya seluruh lahan seluas satu hektare akan digunakan sebagai demplot.

Pupuk Wijaya Kusuma pertama diberikan saat usia tanaman 18 hari. Karena tidak sabar melihat pertumbuhan tanaman padi miliknya, Sugiat kemudian memberikan pupuk urea pada sebagian sawahnya, hingga tersisa dua petak sawah yang murni menggunakan Pupuk Wijaya Kusuma.

Penggunaan pupuk kedua saat tanaman padi berusia 28 hari dan sekarang sudah mulai terlihat perbedaannya. Tanaman padi rimbun dan kokoh, Sugiat pun kemudian menghentikan penggunaan pupuk urea dan meneruskan dengan hanya penggunaan Pupuk Wijaya Kusuma.

Pupuk Wijaya Kusuma merupakan inovasi pupuk organik dari Korem 071/Wijayakusuma dengan menggandeng ahli pertanian. Dipimpin langsung oleh Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Kav. Dani Wardhana, S. Sos, MM, MHan, Korem Wijayakusuma memproduksi pupuk organik yang diberi label Wijayakusuma Nutrition.

Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Kav. Dani Wardhana. Foto: Hermiana E. Effendi

Cara kerja Pupuk Wijaya Kusuma sangat cepat dan efektif, pertama nutrisi yang terkandung di dalamnya akan memperbaiki pH tanah atau tingkat keasaman. Tanah yang subur memiliki pH netral atau dalam kisaran 6,5 hingga 7,5.

Pada kondisi tersebut, tanaman termasuk padi akan lebih mudah menyerap unsur hara dan menjaga keseimbangan mikroorganisme yang terkandung dalam tanah. Kondisi di lapangan, rata-rata pH tanah di bawah 5, sehingga harus diperbaiki dahulu kondisi tanahnya.

Setelah pH tanah diperbaiki, maka selanjutnya Pupuk Wijaya Kusuma akan melakukan fungsinya menyuburkan tanah. Pupuk ini secara otomatis juga akan memperbaiki kondisi tanah, bahkan penggunaan pupuk kimia bisa diurai dengan cepat.

Pada tanaman padi yang sudah tumbuh, pupuk ini juga akan menguatkan batang padi, sehingga bisa bertahan dari serangan tikus dan hama lainnya.

Danrem berkomitmen mendukung agenda pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan, dengan mengusung konsep back to nature. Tak hanya ramah lingkungan, pupuk ini juga mempercepat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil pertanian.

ʺKita berinovasi dengan menyesuaikan perkembangan pola konsumsi masyarakat, dimana masyarakat kita sekarang ini sudah selektif dan mereka banyak yang menganut pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat. Sehingga produk-produk hasil pertanian yang alami, bebas dari residu bahan kimia menjadi pilihan masyarakat.

Korem Wijayakusuma menangkap peluang tersebut dan dengan menggandeng ahli pertanian, kita produksi pupuk ramah lingkungan untuk menjawab kebutuhan petani,ʺ kata Kolonel Kav. Dani Wardhana.

 

 

 

Lihat juga...