Hasil Sortir, 30 Ribu Surat Suara di KPU Lembata Rusak

Editor: Satmoko Budi Santoso

189

LEWOLEBA – Proses penyortiran dan pelipatan surat suara untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Lembata yang dimulai sejak tanggal 7 Maret 2019 untuk 5 jenis surat suara baik presiden, DPD, DPR RI, DPRD provinsi NTT dan DPRD kabupaten Lembata masih berlangsung.

Proses sortir dan pelipatan surat suara ini melibatkan 60 orang yang terbagi dalam 6 kelompok. Kegiatan berlangsung di kantor KPU Lembata aman dan lancar dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polres Lembata serta Bawaslu Lembata.

“Hingga hari ke delapan, kemarin, Jumat (15/3/2019) dalam proses sortir dan pelipatan surat suara ditemukan kurang lebih 30-an ribu surat suara yang rusak. Hari ini Sabtu (16/3/2019) sedang berlangsung sortir dan pelipatan surat suara untuk DPD,” sebut Elias Kaluli Making, Ketua KPU Lembata, Sabtu (16/3/2019).

Ketua KPU kabupaten Lembata, Elias Kaluli Making. Foto: Ebed de Rosary

Yogi, sapaannya, kepada Cendana News mengatakan, pihaknya berharap dalam satu atau dua hari mendatang sortir dan lipat suara suara untuk 5 jenis surat suara bisa diselesaikan.

Total kerusakan akan diklaim ke perusahan percetakan melalui KPU NTT dan KPU RI untuk segera dilakukan penggantian. Kerusakan rata-rata karena rembesan tinta. Jumlah surat suara yang rusak akan diketahui setelah proses sortir selesai.

“Setelah sortir dan lipat surat suara berakhir, baru kami bisa mengetahui berapa jumlah surat suara yang rusak dan jenis surat suaranya. Apakah surat suara untuk pilpres, surat suara untuk DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi NTT ataukah surat suara untuk DPRD kabupaten Lembata,” ungkapnya.

Selain sortir dan lipat, setiap hari surat suara tersebut tambah Yogi direkap dan dihitung per jenis surat suara. Hasilnya akan dilaporkan ke KPU provinsi NTT agar bisa diketahui berapa jumlah surat suara yang bisa dipergunakan.

Terhadap surat suara yang rusak, tambah mantan wartawan ini, pihaknya akan melakukan pemusnahan. Proses pemusanahan surat suara tentu akan melibatkan pihak Bawaslu Lembata dan aparat kepolisian dari Polres Lembata.

“Proses sortir surat suara itu masih berlangsung sampai dengan tanggal 19 Maret 2019 nanti. Dengan demikian, ada kemungkinan jumlah surat suara yang rusak itu akan bertambah lagi,” kata Yogi.

Baca Juga
Lihat juga...