Hujan Lebat, Berkah Penambang Pasir Sungai Gubuk Seng

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Hujan lebat dalam sepekan terakhir membuat volume pasir di sungai Gubuk Seng, Kecamatan Bakauheni, melimpah.

Ahmad Yani, salah satu penambang pasir menyebut, pasir yang ditambang merupakan proses tergerusnya padas proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar. Saat kondisi hujan lebat, material pasir berwarna putih terbawa aliran air dari bagian hulu ke bagian hilir yang sengaja dimanfaatkan masyarakat untuk sumber penghasilan.

Ahmad Yani menyebut, pasir yang dihasilkan dari sungai Gubuk Seng sengaja ditambang masyarakat agar sungai tersebut tidak mengalami pendangkalan. Sebab saat hujan deras berimbas banjir, sungai bertambah dangkal. Padahal semula sungai Gubuk Seng bisa dimanfaatkan warga untuk kebutuhan air bersih.

Meski demikian, sebagian warga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dengan mengumpulkan pasir untuk bahan bangunan.

Ahmad Yani, warga Desa Hatta Kecamatan Bakauheni mengumpulkan pasir sungai Gubuk Seng – Foto: Henk Widi

Pasir yang diambil dari sungai Gubuk Seng, menurut Ahmad Yani memiliki karakteristik berbeda dengan pasir sungai Way Pisang di Kecamatan Penengahan. Meski demikian sejumlah warga memilih mengambil pasir dari sungai Gubuk Seng sebagai campuran.

Pasir sungai Gubuk Seng kerap dipergunakan oleh masyarakat untuk membuat pondasi rumah, talud sungai serta talud saluran air, bahkan jalan desa dengan sistem rigid beton. Kebutuhan akan pasir yang meningkat disebut Ahmad Yani, ikut didukung melimpahnya pasir usai hujan deras melanda wilayah tersebut.

Lihat juga...