Ikatan Pasemetonan Bali Diharap Bisa Bermanfaat Bagi Kemanusiaan

Editor: Mahadeva

252

DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, berharap program-program kemanusiaan yang dijalankan pasemetonan bisa terus dikembangkan.

Tidak hanya di internal pasemetonan, namun hingga seluruh Bali, Indonesia bahkan dunia. Sebagai ikatan pasemetonan terbesar, Semeton Pasek diharapkan peka terhadap kondisi sosial umat dan masyarakat. “Filosofi menyama braya agar diimplementasikan dalam program pasemetonan, misalnya dengan program membantu keluarga semeton yang kurang mampu, tidak hanya dalam hal upacara yadnya, tapi juga dalam hal kehidupan sosial ekonomi,” ujar Koster saat menghadiri Pesamuan Agung Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Pusat ke XIV Tahun 2019 di Sekretariat MGPSSR, Jalan Cekomaria, Peguyangan Kangin, Denpasar, Minggu (10/3/2019).

Program tersebut diharap dapat ditingkatkan menjangkau masyarakat di seluruh Bali. Begitu juga dengan program-program kemanusiaan lainnya, diharap bisa terus dikembangkan di seluruh Bali. “Bahkan seperti harapan Ketua (Umum) tidak hanya Bali, luar Bali, Indonesia bahkan mendunia,” tandas Koster.

Koster juga menyampaikan dukungan, fasilitas krematorium yang dimiliki MGPSSR bisa lebih dikembangkan lagi pelayanannya. Menurutnya, jika ada tanah provinsi yang layak dipakai untuk kebutuhan tersebut ,maka ia sebagai Gubernur mempersilahkan untuk digunakan. Secara ideal, fasilitas seperti itu dibangun berdekatan dengan laut, sehingga prosesnya bisa dilaksanakan dengan lebih cepat.

Pembukaan Pesamuan Agung yang diketuai Prof. Gede Pitana dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Ketua Umum MGPSSR Prof. Wayan Wita, Presiden World Hindu Parisad Made Mangku Pastika, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Baca Juga
Lihat juga...