Iklan Kampanye di Medsos Selama Masa Tenang Dilarang

Ilustrasi - Dok CDN

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika melarang iklan kampanye di media sosial pada masa tenang Pemilu 2019.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan, bersama Badan Pengawas Pemilu dan penyelenggara platform berbasis internet di Indonesia, sudah membahas mengenai aturan kampanye selama masa tenang tersebut. “Iklan kampanye tidak boleh selama masa tenang,” kata Semuel Abrijani Pangerapan, Senin (25/3/2019).

Pertemuan diikuti perwakilan dari Bawaslu, kemudian Google, Facebook, Twitter, Line, Bigo Live, Live Me dan Kwai Go. Semuanya, sepakat melarang iklan kampanye berbayar, yang berasal dari pemasang iklan mana pun. Kebijakan tersebut, berlaku untuk segala jenis iklan politik yang terpasang di platform jejaring sosial. “Semua bentuk iklan kampanye,” tandasnya.

Jika penyedia platform menemukan iklan kampanye berbayar beredar saat masa tenang, Kominfo meminta mereka untuk segera menurunkan konten tersebut sesegera mungkin. Jika tidak diturunkan, Kominfo akan memberikan sanksi administratif bagi platform yang melanggar aturan tersebut.

Semuel menyatakan pembahasan kali ini masih sebatas iklan kampanye berbayar di jejaring sosial, sementara bagi buzzer yang kampanye, Kominfo harus membahas aturannya dengan KPU dan Bawaslu. (Ant)

Lihat juga...