hut

Jadi Ketua Dewan Pembina Parade Nusantara, Tommy Soeharto Fokus Benahi Ekonomi

Editor: Koko Triarko

SOLO – Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara, di Gedung  Muzdalifah Asrama Haji Donohudan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (1/3/2019). Tommy Soeharto dikukuhkan berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar sehari sebelumnya, pada Kamis (28/2) di gedung yang sama. 

Posisi tersebut akan ditempati Tommy Soeharto hingga lima tahun ke depan. “Ini suatu kehormatan dan beban moril bagi saya untuk menjadi  ketua dewan pembina Parade Nusantara, lima tahun mendatang,” kata Tommy, dalam sambutannya.

Didapuk dirinya pada hari Jumat ini, menurutnya, sangat istimewa. Karena bertepatan dengan tanggal 1 Maret sebagai hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.  Yakni, sebagai hari di mana akhirnya pemerintah Belanda mengakui di Meja Bundar atas kedaulatan bangsa Indonesia.

“Karena serangan umum 1 Maret di Yogyakarta, dan tentunya ini sangat membahagiakan buat kami. Dan, saya pribadi telah dikukuhkan sebagai ketua dewan pembina Parade Nusantara pada hari Jumat yang istimewa ini,” tandasnya.

Ada pun fokus Tommy Soeharto dalam kegiatan Parade Nusantara adalah di bidang ekonomi dan sosial politik. “Fokus kami yakni melakukan dua hal, yaitu masalah ekonomi dan sosial politik,” ujar putra bungsu Presiden Soeharto, ini.

Ia menjelaskan, bahwa bahwa selama 19 tahun negara ini telah melakukan reformasi, tentunya bukan waktu yang pendek. “Tapi, nyatanya kita tidak merasakan hasil pembangunan secara riil, terutama masyarakat di pedesaan,” katanya.

Bahkan, kenyataan, tambah dia, harga-harga kebutuhan pokok melonjak. Sedangkan pendapatan bulanan masyarakat tidak naik.

“Karenanya, kami hadir untuk memperbaiki keadaan bangsa negara ini. Apalagi, kita tahu laporan terakhir pemerintah utang negara kita sudah lebih Rp5 ribu triliun,” tukasnya.

Ia mengatakan, utang negara ini memang selalu dikaitkan untuk pembangunan  infrastruktur dan sebagainya. Tapi, semua itu adalah dana pinjaman yang tidak tahu kapan harus dikembalikan.

“Artinya, itu adalah menjadi beban anak-cucu kita nantinya untuk menanggung daripada beban utang tersebut,” ujarnya.

Karenanya, menurut Tommy, sebagai bangsa harus melakukan perubahan untuk mewujudkan bangsa Indonesia lebih baik.

“Kita bukanya antiutang, tetapi wajib dan memang harus melakukan pembangunan dengan, antara lain berutang. Tapi kita harus mengukur kemampuan kita, untuk mengembalikan daripada proyek atau bidang apa saja yang harus kita tangani,” tegas Tommy.

Karena itu, Partai Berkarya hadir bersinergi dengan Parade Nusantara. “Khususnya dengan para perangkat desa yang bergabung di Parade Nusantara untuk bersama memperbaiki keadaan bangsa dan negara Indonesia,” pungkasnya.

Hadir pada pengukuhan ini, Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto), yang merupakan kakak Tommy. Dan juga adiknya, Siti Hutami Endang Adingsing (Mamiek Soeharto).

Lihat juga...