Jaga Keseimbangan Ekosistem Alam, Pemprov Gorontalo Tanam Bibit Mangrove

205

GORONTALO  – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menanam seribu bibit mangrove berupa propagul di pesisir Desa Torosiaje Jaya, Kecamatan Popayato Barat Kabupaten Pohuwato, Minggu.

Propagul merupakan biji mangrove yang telah mengalami perkecambahan.

Kegiatan tersebut merupakan usaha DKP Gorontalo bersama Kelompok Sadar Lingkungan (KSL) Torosiaje untuk melestarikan hutan mangrove di wilayah Torosiaje.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Sutrisno, menjelaskan kegiatan  itu untuk menunjang program kawasan ekosistem esensial.

Menurutnya, dengan menjaga dan melestarikan area mangrove, sama halnya menjaga keseimbangan ekosistem alam yang ada.

“Ini penting bagi kita untuk terus menggerakkan program-program seperti ini,” imbaunya.

Sementara itu Ketua Kelompok Sadar Lingkungan (KSL) Umar Pasandre  menguraikan banyaknya mangrove yang sudah ditanam di wilayah tersebut membawa berkah untuk masyarakat sekitar Torosiaje.

“Sekarang kami sudah bisa panen teripang setiap bulan. Ini berkat usaha dan kerja keras selama bertahun-tahun,” ungkapnya.

Umar menambahkan bibit mangrove berupa prapagul yang ditanam adalah jenis Rizophora mocoranata.

Ada sekitar 23 jenis mangrove sejati yang tumbuh di kawasan perairan Torosiaje.

Mangrove sejati adalah kelompok tumbuhan yang hanya dapat hidup di lingkungan yang masih dipengaruhi pasang surut air laut (pantai dan muara sungai), yang substrat dasarnya berupa lumpur endapan (aluvial).

Mangrove sejati biasanya memiliki adaptasi khusus, yang dapat menunjang kehidupannya di lingkungan mangrove.

Adaptasi tersebut dapat berupa adaptasi morfologi seperti modifikasi akar dan daun, serta adaptasi fisiologi.

Dari 23 jenis mangrove itu ada empat jenis mangrove yang dibudidayakan untuk konservasi yaitu jenis Ceriops sp, Rhizophora sp, Avicennia, sp, Burguiera sp.

Kegiatan penanaman Mangrove kali ini mengawali kegiatan Kemah Bakti Pesisir (KBP) hari kedua di Popayato Barat.

Kegiatan itu hasil kerja sama DKP dengan masyarakat setempat, Taruna Bahari Pencinta Alam Adventure (TABAPALA) SMK 1 Popayato dan tim KBP. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...