hut

Jaga Ketahanan Pangan, Hindari Alih Fungsi Sawah

TANGERANG  – Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, secara gencar melakukan sosialisasi untuk menjaga ketahanan pangan agar lahan pertanian produktif tidak beralih fungsi seperti di kawasan pesisir.

“Kami memang tidak dapat memaksa warga untuk menjual sawah apalagi dengan alasan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,” kata Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, di Tangerang, Minggu.

Ahmed mengatakan, untuk menjaga ketahanan pangan tersebut pihaknya sudah mengimbau agar lahan persawahan irigasi teknis tidak diperjualbelikan.

Namun kenyataannya, masih ada warga sebagai pemilik sawah yang menjual kepada pengembang untuk dijadikan perumahan dan pergudangan.

Padahal Pemkab Tangerang, katanya, sudah menetapkan beberapa wilayah sebagai kawasan argopolitan di Kecamatan Sepatan Timur.

Masalah itu karena pihaknya telah meluncurkan sebanyak 13 program untuk ketahanan pangan karena skor konsumsi pangan daerah ini hanya mencapai 87 persen.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Kustri Windayani, mengatakan, perlu ditingkatkan agar menjadi 100 persen dengan berbagai cara diantaranya penanganan daerah rawan pangan.

Program tersebut yakni pemantauan kewaspadaan pangan dan gizi, penyusunan ketersediaan pangan dan neraca bahan makanan, pemantauan dan analisis akses serta harga bahan pangan pokok, pengembangan pengadaan pangan daerah.

Sedangkan program lainnya adalah pengembangan lumbung pangan masyarakat, penganekaragaman, penyuluhan sumber pangan alternatif.

Bahkan pengembangan kawasan rumah pangan lestari, analisis pola konsumsi pangan, penanganan keamanan pangan segar serta fasilitas dewan ketahanan pangan adalah bagian dari 13 program tersebut.

Konsumsi energi dan protein masyarakat di Indonesia setiap orang sebanyak 2.150 kalori dan konsumsi protein 57 gram per kapita/hari.

Namun untuk di Kabupaten Tangerang konsumsi energi dan protein 2.197 kalori per orang dan protein 66,9 gram per kapita/hari.

Ahmed mengatakan, persediaan pangan di wilayah ini selama tahun 2019 dianggap mencukupi dan aman untuk dikonsumsi penduduk, berharap tidak terjadi bencana. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!