hut

Jaksa Agung: Wiranto dan Kivlan Zen tak Terlibat Pelanggaran HAM

Editor: Koko Triarko

Jaksa Agung, M Prasetyo -Foto: M Hajoran

JAKARTA – Jaksa Agung, M Prasetyo, menegaskan, Menko Polhukam, Wiranto, dan Kivlan Zen tidak masuk dalam daftar sebagai pelaku pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat. Hal ini diperoleh dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Komnas HAM.

“Saya baca di berita, bagaimana Pak Wiranto memberi tanggapan untuk menguji siapa yang bohong atau tidak, dengan melakukan sumpah pocong. Tapi kan Pak Kivlan Zen, tidak mau. Bilangnya itu sumpah setan,” kata M Prasetyo, di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Menurut Prasetyo, Komnas HAM merupakan institusi yang memiliki wewenang penuh dalam melakukan penyelidikan kasus pelanggaran HAM berat di Tanah Air. Sementara Kejaksaan berwenang melakukan penyidikan kasus pelanggaran HAM berat, jika syarat formil dan materiil Komnas HAM sudah terpenuhi.

“Dari hasil penyelidikan Komnas HAM tidak ada nama itu (Wiranto dan Kivlan Zen –red), baik secara eksplisit maupun implisit. Jadi, keduanya tidak terlibat pelanggaran HAM berat tersebut,” katanya.

Terkait anggapan, bahwa Kejaksaan Agung tidak mau menindaklanjuti hasil penyelidikan Komnas HAM ihwal kasus pelanggaran HAM berat, Prasetyo membantahnya.

Ia menilai, syarat materiil dan formil penyelidikan Komnas HAM belum terpenuhi, sehingga sulit untuk ditingkatkan ke penyidikan oleh Kejaksaan Agung.

“Sejak 2007, Komnas HAM sudah mulai melakukan penyelidikan dan hasilnya seperti itu, bagaimana? Dan, kita sudah berikan petunjuk kepada Komnas HAM, jadi bukannya kita tidak punya semangat menuntaskan perkara itu, tapi kan sampai sekarang belum terpenuhi unsur itu,” jelasnya.

M Prasetyo juga mempertanyakan alasan kedua orang purnawirawan TNI tersebut melakukan polemik pelaku pelanggaran HAM berat hingga saling menantang untuk melakukan sumpah pocong. Dan, tidak mau terlibat dalam polemik antara Wiranto dan Kivlan Zen, mengenai siapa dalang di balik penculikan aktivis 98, dan pelaku pelanggaran HAM berat di Indonesia.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!