Jambi Ekspor Lima Komoditi Pertanian

307

JAMBI – Provinsi Jambi mengekspor lima komoditas pertanian. Pengiriman dilakukan ke Thailand, Korea Selatan, Pakistan, Jepang dan Malaysia.

Nilai ekspor komoditas pertanian tersebut mencapai Rp9,4 miliar. Ekspor dilepas oleh Pemerintah Provinsi Jambi bersama Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi, di Pelabuhan Talang Duku, Muarojambi, Kamis (14/3/2019).

Kelima komoditas pertanian yang diekspor tersebut yaitu cangkang sawit sebanyak 8.500 oleh Perusahaan Era Sakti Wira Fores Tama. Nilai ekonomi ekspor tersebut Rp6,6 miliar. Pengiriman dilakukan ke Thailand. “Kemudian, komoditi pinang, yang diekspor oleh PT Sumber Rezeki Pangan. Ekspor berjumlah 81 ton tersebut memiliki tujuan Thailand. Nilai barang yang dikirim Rp1,411 miliar lebih,” ungkap Sekda Provinsi Jambi, M Dianto.

Kemudian komoditi kelapa bulat. Pengiriman dilakukan PT Indo Lanka Usaha Mandiri. Pengiriman 27.500 ton kelapa tersebut ke Pakistan, dengan nilai ekspor Rp89,250 juta lebih. Kemudian komoditas sapu lidi, yang diekspor CV Nienda Karya, yang berjumlah 108.00 ton. Sapu dikirim ke India dengan nilai Rp863,654 juta. Kemudian kayu olahan yang dikirim PT Bunian Kencana sebanyak 117,6432 meter kubik.

Pengiriman ke Taiwan tersebut senilai Rp453, 575 juta. Sehingga total nilai ekspor lima komoditi itu yakni Rp9,418 miliar. Kegiatan pelepasan ekspor komoditi pertanian Jambi 2019 secara simbolis dilakukan oleh Sekda Provinsi Jambi M Dianto, didampingi Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi Abidin, Kepala Pusat Karantina Hewan Hayati Hewani, Badan Karantina Pusat Agus Sunanto, serta General Manager Pelindo II Jambi Kartiko Yuwono.

Sekda Provinsi Jambi, M Dianto, mengatakan, walaupun ekspor beberapa komoditi pertanian telah dilakukan sejak bertahun-tahun lalu. Namun saran dari kementerian, kegiatan ekspor ini harus dilakukan secara terbuka dan disampaikan kepada daerah.

“Sehingga daerah bisa melihat peluang-peluang ekspor yang bisa dikawal dan digiring oleh Kementerian Pertanian, dan sudah saya sampaikan, bahwa peluang untuk kita memenuhi pasar ekspor itu masih terbuka luas. Tinggal kita yang mengupayakan dengan beberapa OPD terkait dan kelompok petani dan kelompok masyarakat, agar kita di daerah tahu aspek dan standar mutu yang dibutuhkan negara-negara tujuan ekspor,” kata Dianto.

Saat ini beberapa kabupaten di Jambi sedang memasuki panen raya, seperti untuk komoditas cabai dan kentang. Diharpakan komoditas tersebut dapat diekspor ke Malaysia atau Singapura. Namun untuk pengiriman komoditas sayur tersebut, masih dibayangi kekhawatiran barang sampai ke negara tujuan kondisinya sudah tidak segar. Hal itu dikarenakan, durasi perjalanannya lebih dari 24 Jam. “Saya berharap, agar dibuka penerbangan langsung dari Provinsi Jambi menuju negara tujuan ekspor seperti Malaysia dan Singapura,” tandasnya.

Jambi sudah surplus produksi hasil pertanian, terutama untuk cabai dan kentang. Hal itu mengakibatkan harga kedua barang tersebut turun. Jika bisa menjual hasil pertanian tersebut ke luar negeri, tentu bisa membantu meningkatkan harga di tingkat petani menjadi 100 persen. (ant)

Baca Juga
Lihat juga...