Kaltim Kesulitan Capai Target Pengembangan Energi Terbarukan

Editor: Koko Triarko

160
Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Provinsi Kalimantan Timur, Saur Parsaoran -Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Realisasi pengembangan energi terbarukan di Provinsi Kalimantan Timur, baru mencapai 3 persen, atau di bawah angka nasional sebesar 8 persen. Masih minimnya pengembangan sumber energi terbarukan itu, karena Kaltim masih mengandalkan sumber energi fosil, yaitu batu bara dan migas. 

“Sebenarnya telah mengembangkan sumber energi baru terbarukan. Dari CPO, air, dan tenaga matahari. Tapi, porsinya masih kecil. Kami baru bisa mencapai 3 persen, di bawah angka nasional,” ungkap Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Provinsi Kalimantan Timur, Saur Parsaoran, Jumat (15/3/2019).

Menurutnya, dari realisasi pengembangan sumber energi terbarukan itu di Kaltim dikembangkan 7 berbahan baku kelapa sawit yang menghasilkan energi. Di antaranya limbah sawit yang dikembangkan untuk energi listrik, biomassa, PLTA Sungai Nelayan dan solar Cell.

“Pengembangan sumber energi terbarukan itu banyak dikembangkan di daerah terpencil. Apalagi, di daerahnya itu belum punya listrik, sehingga sumber energinya dari limbah kelapa sawit,” bebernya.

Dia mengatakan, ke depan Kaltim ditargetkan pengembangan sumber energi terbarukan ini akan meningkat. Namun, tidak mencapai angka nasional tersebut.

“Target pengembangan akan naik, tapi tidak sampai 8 persen seperti angka nasional. Kendalanya susah lepasnya Kaltim dari energi fosil, jaringan transmisi yang masih susah,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia), Surya Darma, menilai Provinsi Kalimantan Timur memiliki potensi yang besar dalam pengembangan sumber energi terbarukan.

“Di Kaltim ini sangat besar potensinya. Apalagi, ada sawit yang bisa dikembangkan sebagai energi terbarukan,” imbuhnya.

Bahkan, seperti di Balikpapan juga telah mengembangkan bank sampah. “Bank sampah ini bila dikelola bisa menghasilkan energi terbarukan,” tambah Surya Darma.

Baca Juga
Lihat juga...