Kasatpol PP Jateng: Hargai Satlinmas Saat Tugas Pemilu

Editor: Koko Triarko

430

PURWOKERTO – Sebanyak 230.000 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang akan bertugas mengawal Pemilu 2019, mulai H-1 hingga H+1 pencoblosan, merupakan relawan murni.

Mereka hanya mendapatkan honor saat bertugas selama tiga hari tersebut dari KPU. Atas pengabdian tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Tengah, Budiyanto Eko Purwono, mengimbau agar masyarakat lebih menghargai Satlinmas.

Menurutnya, dengan berbagai risiko yang harus dihadapi sebagai ujung tombak pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), personel Satlinmas merupakan relawan yang tidak mendapatkan gaji atau pun honor bulanan dari pemerintah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Tengah, Budiyanto Eko Purwono. -Foto: Hermiana E. Effendi

ʺKarena itu, saya selalu mengajak masyarakat untuk menghargai Satlinmas atau zaman dulu biasa dipanggil hansip. Saya pernah mewacanakan, untuk tidak hanya ketua RT saja yang mendapatkan honor dari APBD, tetapi juga Satlinmas. Kita coba hitung, tetapi memang kebutuhan anggarannya cukup besar,ʺ terang Budiyanto, usai apel siaga Satlinmas di GOR Satria Purwokerto, Kamis (14/3/2019).

Meskipun hanya merupakan relawan, namun tugas dan tanggungjawab yang diemban Satlinmas cukup besar. Mulai dari memastikan proses pencoblosan berjalan lancar, mendampingi masyarakat usia lanjut yang hendak menyalurkan hak pilih ke bilik suara, mengawal perhitungan suara, hingga distribusi surat suara dari TPS ke KPU.

ʺRisiko mendapatkan komplain dan sebagainya, sudah biasa dihadapi mereka. Dan, khusus untuk persiapan pemilu ini, mereka sudah kita bekali dengan beberapa pelatihan, sehingga sudah paham akan tugas-tugas di lapangan,ʺ jelas Budiyanto.

Berkaca dari pemilihan gubernur 2018 lalu, honor untuk Satlinmas yang bertugas dalam satu hari Rp350 ribu. Mereka bertugas dari pagi hingga malam, bahkan saat perhitungan bisa lembur hingga dini hari.

Sementara itu, terkait potensi kerawanan hasil pemetaan dari Satlinmas yang kemungkinan timbul di wilayah Jawa Tengah, Kasatpol PP menjelaskan, yang harus dicermati adalah persoalan nilai budaya dan sosial.

Ia mencontohkan, untuk wilayah pantura, karakteristik masyarakatnya cenderung lebih cepat panas. Kemudian untuk wilayah Solo dan sekitarnya, tipikal masyarakatnya cenderung lebih kenceng, karena basis ideologi semua warna ada di Solo. Dan, untuk wilayah Banyumas, Purbalingga dan Banjarnegara, relatif lebih aman dan kondusif.

ʺKalau potensi kerawanan, anggota Satlinmas sudah memahami karakteristik wilayah masing-masing, dan Satlimas ini kan merupakan bagian dari kekuatan pengamanan pemilu, ada unsur TNI, POLRI juga yang terlibat di dalamnya,ʺ kata Budiyanto.

Sementara itu, dalam apel Satlinmas, Bupati Banyumas, Achmad Husein, selaku inspektur upacara mengingatkan seluruh anggota Satlinmas untuk mengedepankan netralitas dalam menjalankan tugas.

Baca Juga
Lihat juga...