Kecamatan Purbalingga Belum Bebas ODF

Editor: Koko Triarko

475

PURBALINGGA – Plt, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, mentargetkan, dalam tahun ini Kecamatan Purbalingga yang merupakan pusat kota dan pusat pemerintahan, harus bebas dari open defecation free (ODF), atau buang air besar di sembarang tempat. Saat ini, dari tiga kelurahan dan dua desa di kecamatan tersebut, baru satu yang bebas ODF.

ʺIni tentu sangat memalukan, karena Kecamatan Purbalingga merupakan pusatnya Kabupaten Purbalingga, tetapi ternyata kesadaran masyarakatnya dalam hal sanitasi, kesehatan, jambanisasi masih sangat rendah,ʺ kata Plt. Bupati yang biasa disapa Tiwi, dalam acara gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas, di Puskesmas Bojong, Kecamatan Purbalingga, Kamis (14/3/2019).

Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (berkerudung biru) ikut memeriksakan kesehatan di puskesmas. -Foto: Hermiana E. Effendi

Dari tiga kelurahan dan dua desa tersebut, yang sudah bebas dari ODF yaitu Kelurahan Penambongan, Kecamatan Purbalingga. Sementara empat lainnya, yaitu Kelurahan Bojong, Kelurahan Kedungmenjangan, Desa Jatisaba dan Desa Toyareja, masih banyak warganya yang buang air besar di sembarang tempat.

Menurut Tiwi, ODF ini merupakan permasalahan yang serius dan harus segera dituntaskan. Mengingat hal tersebut berhubungan dengan kesehatan masyarakat. Ia meminta kepada pemangku di wilayah tersebut, untuk melakukan berbagai terobosan dan program guna menuntaskan masalah ODF.

Pada kesempatan tersebut, Tiwi langsung mengintruksikan kepada Camat Purbalingga dan Puskesmas Bojong, untuk segera dibentuk tim penuntasan ODF. Tim ini bertugas di lapangan memberikan sosialisasi terkait germas, dan mendorong untuk berperilaku hidup sehat dengan tidak buang air besar di sembarang tempat, terutama di sungai.

Plt Bupati Tiwi juga mengajak masyarakat untuk mengimplementasikan germas yang telah menjadi kebijakan pemerintah pusat, melalui Kementerian Kesehatan.

Ada empat langkah germas yang disosialisasikan, yaitu, banyak makan buah dan sayur, olah raga teratur, istirahat cukup serta rajin memeriksa kesehatan. Masyarakat diminta untuk melakukan empat hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Bapak-ibu bisa cek kesehatan rutin di Posbindu, Puskesmas maupun di tempat fasilitas kesehatan lainnya, dan ada tambahan langkah germas kelima, yaitu kurangi merokok. Selain menghabiskan banyak uang, dampaknya juga buruk bagi kesehatan,ʺ tuturnya.

Kegiatan germas di Puskesmas Bojong ini, diawali dengan senam bersama warga, Tiwi juga ikut senam bersama. Setelah itu diberikan berbagai macam bantuan untuk warga dan Puskesmas. Pada kesempatan tersebut, Tiwi juga ikut memeriksakan kesehatan pada petugas puskesmas.

Lihat juga...