Kenalkan Adat, Murid TK Primantari Geluti Tari Tradisional

Editor: Satmoko Budi Santoso

155

MAUMERE – Pengenalan adat dan budaya kepada anak didik harus dimulai sejak usia dini. Hal ini disadari betul oleh TK Primantari desa Langir, kecamatan Kangae, kabupaten Sikka.

Selain mengenakan pakaian adat di setiap acara wajib, murid TK baik laki-laki dan perempuan pun diwajibkan mengenakan pakaian adat saat ada latihan menari di sekolah ini. Mengenakan pakaian adat dan menari dilakukan minimal sebulan sekali.

“Kami selalu mengajarkan murid untuk mengenakan pakaian adat dan dilatih menari. Biasanya kami mengajarkan tarian tradisional untuk dipentaskan dalam setiap acara, baik di sekolah maupun di tempat lain,” sebut kepala sekolah TK Primantari Ursula Aries Udariyani, SPd,AUD, Minggu (17/3/2019).

Kepala sekolah TK Primantari Langir Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka, Ursula Aries Udariyani, S.Pd.AUD. Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan Yani sapaannya, dengan menanamkan adat budaya sejak usia dini akan membuat anak didik  terbiasa dan mencintai adat budaya sendiri. Para orang tua juga mendukung langkah yang dilakukan pihak sekolah.

“Anak-anak harus ditanamkan soal adat dan budaya selain pendidikan karakter yang kami ajarkan. Kita menginginkan agar anak-anak juga memiliki karakter dan tetap menjaga adat serta budaya daerah yang memiliki nilai positif,” ungkapnya.

Dengan latihan menari tradisional, tambah Yani, anak-anak diajarkan untuk berani tampil di depan umum dan menampilkan bakat serta kemampuannya. Ini diharapkan membuat anak sejak usia dini dilatih untuk memiliki mental dan keberanian mengekspresikan apa yang mereka miliki.

Seorang murid laki-laki di TK Primantari desa Langir kecamatan Kangae kabupaten Sikka sedang mengajak murid perempuan mengikuti kegiatan di sekolah. Foto: Ebed de Rosary

Sementara itu, Maria Ati, salah seorang wali murid mengaku senang menyaksikan anaknya tampil mengenakan pakaian adat Sikka. Meskipun harus membeli kain tenun dan menjahit sendiri, dirinya tidak keberatan sebab anak harus dikenalkan sejak dini tentang adat dan budaya.

“Kami selaku orang tua murid tentu senang bila anak kami diajari menari tarian tradisional. Apalagi saat pentas dan meraih juara maka kami sebagai orang tua akan merasa bangga,” tuturnya.

Wali murid TK Primantari desa Langir kecamatan Kangae kabupaten Sikka sedang merapikan pakaian adat yang dikenakan seorang murid sebelum masuk kelas. Foto: Ebed de Rosary

Ati mengaku bangga dengan apa yang dilakukan sekolah. Orang tua murid pun setiapJumat ada senam bersama sehingga bisa membuat wali murid merasa akrab dan saling mengenal satu sama lainnya.

“Orang tua murid juga diajarkan mengenai pembuatan aneka kerajinan tangan dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas yang ada di lingkungan kita. Ini menjadi sebuah nilai tambah dan sekolah juga bisa memanfaatkan kerajinan tangan sebagai media pembelajaran bagi para murid,” tuturnya.

Disaksikan Cendana News, saat mementaskan tarian beberapa kali harus diulang dan para guru terlihat sibuk mengarahkan murid. Meski disaksikan para orang tua, tarian yang dipentaskan di depan kelas ini bisa terlaksana dengan baik.

Terlihat murid bersemangat menari tanpa menghiraukan teriakan atau suara tawa dari para wali murid. Para perempuan pun menggerakkan tubuh sambil memainkan selendang yang melilit di pinggang mereka saat membawakan tarian Hegong.

Baca Juga
Lihat juga...