Komunitas Penter, Bangkitkan Minat Sejarah Pelajar Kota Bekasi

Editor: Mahadeva

BEKASI — Komunitas Penter bersama Yayasan Al-Alfalah, dikenal suka menggelar berbagai kegiatan seni dan budaya dengan melibatkan pelajar di Kota Bekasi.

Nugraha Arie Prabowo, pelaksana juga ketua Komunitas Penter Kota Bekasi – Foto M Amin

Kegiatan tersebut, dimaksud untuk menumbuhkan minat kalangan pelajar, terhadap sejarah Kota Bekasi, Jawa Barat. Komunitas Penter selama ini fokus bergerak dibidang art, sejarah dan budaya.

“Kota Bekasi sebagai Kota Patriot, tetapi sangat minim terhadap sejarah, dapat dikatakan kritis dalam hal sejarah. Untuk itu melalui even “Aku Pondok Gede” ini, coba membangkitkan sejarah kepada kalangan pelajar, dari cerita dulu untuk cerahkan masa depan,” kata Ketua Penter Kota Bekasi, Nugraha Arie Prabowo, Minggu (3/3/2019).

Sejarah dan budaya, mengajarkan bagaimana mendengarkan seluruh aspek penyampaian pesan sejarah. Untuk itu, melalui kegiatan tersebut, Komunitas Penter sengaja menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, agar pelajar bisa lebih mengenal lagi sejarah dan budayanya.

Selain, dikusi dengan menghadirkan berbagai pembicara, di kegiatan tersebut pelajar bisa melihat dan merasakan langsung berbagai makanan khas Bekasi, melihat pameran barang antik, seni tradisional, literasi digital bahasa dan dokumenter.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bekasi, Zarkasih, mengaku mensupport kegiatan budaya yang dilaksanakan Komunitas Penter. Dia menginginkan, komunitas lain bisa mencotoh dan membuat kegiatan budaya lain, untuk menghidupkan seni dan budaya di Kota Patriot yang jumlahnya cukup banyak.

“Kota Bekasi sebagai kota yang penduduknya sangat majemuk, ada dari berbagai daerah di Indonesia. Tampilkan semua budaya daerah yang ada, jangan jadikan perbedaan sebagai penghambat kemajuan seni di Kota Bekasi,” ungkap Zakasih.

Sebagai wilayah hitrogen, banyak budaya yang belum ditampilkan di Kota Bekasi. “Jangan malu dengan seni budaya dan entitas, karena itu perlu dijaga sebagai aset kebudayaan. Hanya satu yang perlu dijaga adalah rasa saling hormat menghormati atas perbedaan,” tukasnya.

Di even “Aku Pondok Gede”, ditampilkan berbagai seni yang mulai dilupakan. Mulai dari saresahan budaya, workshop film dokumenter sejarah, workshop literasi digital, dan pagelaran seni dan budaya. Terlihat beberapa permainan dulu, yang sudah dilupakan seperti yoyo, dan komunitas sepeda tua.  Juga terlihat pameran literasi yang memuat foto Bekasi masa lalu, dan barang tua yang digunakan di Kota Bekasi dari peradaban kuno. Kegiatan berlangsung dalam berbagai sesi dengan mengundang budayawan, seniman dan sejarawan.

Lihat juga...