hut

KPB di Ternate Ciptakan Alat Daur Sampah Jadi BBM

Ilustrasi Daur Ulang Sampah Plastik [Ant]

TERNATE — Komunitas Peluk Bumi (KPB) di Ternate, Maluku Utara menciptakan alat dengan teknologi pirolisis untuk mendaur ulang sampah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah.

Wakil Wali Kota Ternate Abdullah Taher mengatakan KPB telah mempraktikkan daur ulang sampah plastik menjadi minyak, yang artinya sampah di Kota Ternate bisa didaur ulang menjadi minyak.

Ke depan, pemerintah daerah setempat tetap fokus memperhatikan kelompok-kelompok yang menciptakan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami akan dorong hingga memasuki tahun yang akan datang agar bisa meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah, ‘stakeholder’, bahwa harus membuang sampah pada tempatnya karena Kota Ternate sekarang sudah darurat sampah,” katanya di Ternate, Selasa (5/3/2019).

Saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Takome, pekan lalu, KPB memeragakan cara mendaur ulang sampah menjadi BBM.

Ketua Umum KPB Kota Ternate Akbar Gani mengatakan komunitas itu dibentuk karena ada perhatian terhadap sampah di Kota Ternate. Komunitas itu fokus dalam penanganan sampah dengan teknologi pirolisis untuk mengubah sampah plastik menjadi minyak.

Ia menjelaskan teknologi itu menggunakan dua penyaring, penyaring yang pertama minyaknya sejenis minyak tanah, sedangkan penyaringan kedua hampir setingkat bensin. Penggunaan dua penyaring ini dengan oktan yang berbeda.

Oleh karena itu, katanya, ke depan dibuat lagi metode penyaring lebih dari 3 sampai 10 penyaring supaya oktan semakin bagus dan bersih seperti bensin atau pertalite.

“Kalau tujuan kita sudah bisa dilakukan sampai di situ tentunya bisa menghemat bahan bakar, ramah lingkungan, bisa bermanfaat untuk kelestarian lingkungan, artinya bisa mendapat dua keuntungan, yakni mengurangi sampah plastik dan menjadikan minyak sebagai bahan bakar, baik di kompor maupun kendaraan,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan begerak ke pesisir di Kelurahan Rua agar sampah yang ada di tempat tersebut bisa diubah menjadi minyak.

“Kami berharap pemerintah bisa mengubah alat ini lebih besar agar sampah yang dimasukkan pun banyak, untuk dibakar dalam alat yang dibuat, agar sampah dari masyarakat bisa dikelola menjadi minyak,” katanya. [Ant]

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!