Kualitas Udara Wilayah Riau Mulai Membaik

Editor: Koko Triarko

177
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho -Foto: M Hajoran

JAKARTA – Dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kualitas udara di Provinsi Riau sempat mengkhawatirkan masyarakat. Namun, perlahan kualitas udara berangsur membaik. Hal tersebut diindikasikan pada delapan wilayah dengan nilai indeks standar pencemaran udara (ISPU) pada kategori baik, yaitu antara 13 – 41. 

Data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, menunjukkan ISPU Rumbai di Kabupaten Pekanbaru 24, Minas di Siak 31, Duri Field dan Duri Camp di Bengkalis 27 dan 29, Dumai 11, Bangko dan Libo di Rokan Hilir 39 dan 31, serta Petapahan di Kampar 41.

Indikator kualitas udara kategori baik, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berada pada nilai indeks ISPU 0 – 50.

Kepala Pusata Data, Informasi dan Humas BNPB di Jakarta, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, kualitas udara yang membaik ini diupayakan dengan kerja keras oleh Satuan Tugas (Satgas) Operasi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau.

“Pemadaman kebakaran hutan dan lahan menggunakan strategi pemadaman udara dan darat. Satgas udara mengoperasikan 11 helikopter dan 1 pesawat. Peralatan udara ini melakukan pengeboman air atau water-bombing, patroli, dan teknologi modifikasi cuaca (TMC),” kata Sutopo, di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Menurut Sutopo, kesebelas helikopter water-bombing dan patroli dioperasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), TNI dan POLRI serta dukungan dunia usaha, yaitu Sinarmas.

Di sisi lain, TMC yang dilakukan oleh tim BPPT dengan menggunakan pesawat Cassa 212, telah menggelontorkan 1.600 kg garam (NaCl) di awan.

“Sortie tabur garam pertama di wilayah Pelalawan dan Indragiri Hilir sebanyak 800 kilogram, dan sisanya di Bengkalis dan Siak. Total NaCl yang telah dijatuhkan di wilayah Riau hingga Rabu (13/3) sebanyak 19.000 kilogram. TMC ini merupakan kerja sama antara BNPB, BPPT dan TNI AU,” ujarnya.

Sementara itu, kata Sutopo, Satgas Darat telah melakukan pemadaman titik api dan juga pendinginan atau mopping up di bekas area terbakar. Satgas darat tersebut, melibatkan banyak pihak, seperti BPBD di wilayah Riau, TNI, POLRI, Manggala Agni, masyarakat peduli api dan personel dari dunia usaha.

“Hasil penilaian luas lahan yang terbakar dari 1 Januari 2019 hingga hari 13 Maret 2019, seluas 1.823,91 hektare. Luas lahan terdampak paling besar di wilayah Bengkalis sebesar 1.015,5 hektare,” katanya.

Berikut luas lahan terbakar di wilayah Riau; Rokan Hilir 254,5 hektar (ha), Meranti 215,4 ha, Dumai 133 ha, Siak 70,75 ha, Indragiri Hilir 48 ha, Pelalawan 43 ha, Pekanbaru 21,76 ha, Kampar 19,5 ha, dan Indragiri Hulu 1,5 ha.

Menurut BMKG, tambah Sutopo, informasi cuaca yang terkait dengan tingkat kemudahan terbakar menunjukkan, bahwa wilayah Riau pada umumnya berada dalam kategori aman.

Sementara itu, berdasarkan pantauan per pukul 16.00 WIB, satelit NOAA meunjukkan jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Riau nihil, sedangkan Terra/Aqua pada Kepulauan Riau 4, Bengkalis 1.

“Upaya pencegahan sangat penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Harus diakui, bahwa pemadaman karhutla menghabiskan banyak anggaran yang mencapai Rp1 triliun dalam satu tahun. Pencegahan selalu lebih murah dan efektif daripada pemadaman, untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan BNPB akan membentuk tim khusus,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, saat berkunjung ke Provinsi Sumatra Selatan pada Selasa (12/3), menyampaikan, bahwa tim tersebut akan bekerja sama dengan pemerintah dan TNI/POLRI, serta membentuk sebuah unsur yang terdiri dari komponen masyarakat, termasuk para pakar, akademisi, komunitas, budayawan, pemuka agama, hingga media massa. Diharapkan, tim ini memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

“Tim gabungan tersebut akan membuatkan sebuah konsep program, agar pemberdayaan dan pelibatan masyarakat menjadi prioritas dalam pencegahan karhutla,” ujar Doni, Selasa (12/3).

Baca Juga
Lihat juga...