Kurangi Risiko Banjir, Daerah Penghujung Padang Dilakukan Sodetan

Editor: Satmoko Budi Santoso

199

PADANG – Batang Timbulun, yang berada di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat, merupakan daerah aliran sungai yang sering terjadi luapan air, sehingga sering terjadi banjir di daerah tersebut.

Untuk melakukan upaya meminimalisir terjadinya banjir, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang akan melakukan sodetan di Batang Timbulun tersebut. Upaya ini dinilai tepat untuk menyelesaikan persoalan banjir.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan, banjir yang bersumber dari Batang Timbulun, turut mengancam keselamatan warga, pemukiman, fasilitas umum, dan infrastruktur kota seperti jalan dan jembatan.

“Di sini memang sering terjadi banjir. Maka kita lakukan upaya sodetan, sehingga luapan airnya tidak lagi merambah ke pemukiman masyarakat. Kalau untuk normalisasi telah dilakukan, tapi sepertinya volume air cukup besar di sini, apabila hujan turun dengan intensitas lebat,” katanya, Sabtu (16/3/2019).

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah/Foto: M. Noli Hendra

Ia menjelaskan, sodetan adalah upaya untuk membuat aliran baru dari air sungai, sehingga apabila terjadi luapan air, diperkirakan tidak akan terjadi banjir. Melainkan airnya akan mengalir di sodetan yang dibuatkan tersebut.

Menurutnya, alasan kuat Pemko Padang memilih melakukan sodetan itu, karena sodetan dinilai cara yang cocok di kawasan Batang Timbulun tersebut.

Selain itu, di kawasan tersebut juga memiliki lahan yang cukup luas untuk membuat sodetan.

Untuk itu, Mahyeldi meminta kepada Camat Bungus Teluk Kabung dan Lurah setempat untuk mendata ulang lahan dan rumah warga yang terkena sodetan, agar proses ganti rugi tidak menemui kendala. Hal ini mengingat, di Padang sering terkendala soal ganti rugi lahan.

“Proses sodetan akan segera dimulai, untuk itu semua persiapan harus kita lakukan dengan baik,” ujar Mahyeldi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Yenni Yuliza, mengatakan, sodetan atau membuat jalur tembusan aliran sungai Batang Timbulun perlu dilakukan karena adanya perubahan struktur Batang Timbulun di segmen muara.

“Normalisasi Batang Timbulun dengan sodetan akan dimulai tahun ini. Karena kita ingin hal ini segera dilakukan, sehingga lebih cepat pula pemerintah mengantisipasi kemungkinan terjadi banjir di daerah tersebut,” ucapnya.

Dia berkata, untuk pembuatan sodetan Batang Timbulun membutuhkan anggaran sekitar Rp65 miliar. Dimana, Rp10 miliar dari APBD Kota Padang untuk pembebasan lahan sepanjang 150 meter x lebar 64 meter. Lalu Rp55 miliar dari APBD Provinsi Sumatera Barat untuk infrastruktur talud sungai dan jalan inspeksi kiri dan kanan sungai.

“Ke depan, untuk antisipasi evolusi perubahan garis pantai, juga dibutuhkan dana APBN melalui BWSS V untuk pembangunan krib di segmen muara pantai,” ungkapnya.

Kawasan Bungus Teluk Kabung merupakan salah satu daerah di Kota Padang yang sering dilanda bencana banjir. Bisa dikatakan hampir setiap tahunnya banjir melanda di kawasan daerah aliran sungai Batang Timbulun tersebut.

Kerugian yang disebabkan akibat banjir tersebut, seperti jembatan, kerusakan kepada pertanian warga, infrastruktur sekolah, dan beberapa dampak lainnya. Tahun 2019 ini, Pemko Padang berkomitmen untuk meminimalisir ancaman tersebut dengan cara melakukan sodetan.

Baca Juga
Lihat juga...