Kurangi Risiko Bencana, Tagana Lamsel Edukasi Pelajar

Editor: Satmoko Budi Santoso

225

LAMPUNG – Upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) terus dilakukan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lampung Selatan (Lamsel) dengan kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS).

Hasran Hadi, Sekretaris Tagana Lamsel, Dinas Sosial Kabupaten Lamsel menyebut, salah satu sasaran upaya pengurangan risiko bencana dilakukan melibatkan siswa sekolah. Kegiatan TMS yang dilakukan disebutnya digelar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathlaul Awar, Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro.

Hasran Hadi menyebut, kegiatan Tagana Masuk Sekolah dilakukan di Kecamatan Candipuro karena wilayah tersebut menjadi kawasan dengan risiko bencana tinggi. Salah satu potensi bencana yang kerap terjadi di Kecamatan Candipuro di antaranya luapan banjir sungai Way Sekampung.

Selain itu di wilayah Candipuro khususnya pada desa Banyumas pernah terjadi keracunan massal akibat mengonsumsi makanan pada kegiatan resepsi pernikahan.

Hasran Hadi, sekretaris Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lampung Selatan memberi kuis terkait kebencanaan kepada siswa MI Mathlaul Anwar Kecamatan Candipuro – Foto: Henk Widi

Kegiatan Tagana Masuk Sekolah diakuinya diisi dengan materi kegiatan mitigasi bencana, simulasi kejadian bencana serta kegiatan bakti sosial.

Penyadartahuan terkait kebencanaan disebutnya dilakukan untuk mendorong kesiapan masyarakat khususnya generasi milenial terutama siswa sekolah dalam menghadapi bencana.

Kegiatan TMS disebut Hasran Hadi melibatkan dunia pendidikan sehingga pengurangan risiko bencana bisa diketahui sejak dini.

“Kegiatan Tagana Masuk Sekolah menjadi upaya memberi pengetahuan siswa sekolah terkait bencana, potensi serta upaya pengurangan risiko bencana pada dunia pendidikan. Sekaligus agar siswa lebih mengenal tugas Tagana Lamsel yang kerap ada di setiap kejadian bencana Lamsel,” terang Hasran Hadi, Sekretaris Tagana Lamsel di Candipuro, saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (16/3/2019)

Kegiatan Tagana Masuk Sekolah disebutnya dilakukan mengingat dalam satu tahun terakhir sejumlah wilayah Lamsel terkena bencana alam. Potensi risiko bencana alam disebut Hasran Hadi, di Lamsel yang masih berpotensi terjadi di antaranya longsor, gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, tsunami, puting beliung serta sejumlah bencana alam lain.

Melalui Tagana masuk sekolah diakuinya mengajarkan tentang potensi kebencanaan di wilayah Lamsel untuk meminimalisir kejadian bencana.

Sebagai wilayah yang rentan terkena dampak bencana alam banjir, Tagana Masuk Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathlaul Awar siswa diajarkan proses evakuasi. Melalui kegiatan tersebut Hasran Hadi menyebut melibatkan anggota Tagana, Pelopor Tagana serta Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP).

Pelibatan tim LDP disebutnya menjadi bagian untuk pemberian materi trauma healing bagi anak-anak korban bencana alam.

“Selain membekali siswa terkait pengurangan risiko bencana para siswa juga dilatih untuk mampu menyelamatkan diri sendiri dan evakuasi saat terjadi bencana,” papar Hasran Hadi.

Kegiatan Tagana Masuk Sekolah disebut Hasran Hadi diikuti ratusan siswa dan belasan guru MI Mathlaul Awar, Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro. Selain pemberian materi kebencanaan, simulasi, para siswa juga diajak melakukan kegiatan bakti sosial.

Bakti sosial yang dilakukan di antaranya dengan membersihkan area sekolah dan masjid Baitul Rahman. Pembersihan sampah selain bertujuan menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pengurangan sampah juga disebutnya mengurangi risiko bencana banjir.

Aminah, salah satu siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Mathlaul Awar, menyebut sangat senang dengan kegiatan TMS. Tagana Masuk Sekolah yang digelar di sekolah diakuinya diisi dengan beragam kegiatan termasuk kuis dengan hadiah menarik.

Ia juga menyebebut melalui kegiatan Tagana Masuk Sekolah ia dan kawan-kawannya bisa mendapat pengetahuan baru terkait risiko bencana serta simulasi jika terjadi bencana.

Aminah dan rekan-rekan di sekolahnya menyebut, melalui kegiatan TMS ia juga bisa memahami tugas Tagana Lamsel. Selama ini ia menyebut, kerap melihat kegiatan Tagana Lamsel mendirikam dapur umum lapangan saat terjadi bencana.

Sejumlah siswa diakuinya bahkan berkesempatan untuk mendapatkan ilmu terkait tugas tim Tagana Lamsel serta sebagian ingin menjadi anggota Tagana saat dewasa.

Lihat juga...