Lewat Produksi Batik, Warga Desa Krambilsawit Berharap Perbaikan Ekonomi

Editor: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Usaha produksi batik, melalui kegiatan pelatihan membatik oleh KUD SHS Mandiri Krambilsawit, memberikan manfaat luar biasa besar bagi warga desa terpencil Krambilsawit, Saptosari, Gunung Kidul.

Warga pelosok, khususnya ibu-ibu yang sebelumnya hanya menganggur dan mengurus anak di rumah, kini memiliki kesibukan yang mampu menghasilkan tambahan pendapatan keluarga.

Salah seorang warga Dusun Pringwulung, Krambilsawit, Hartini (22) mengaku senang bisa mengikuti pelatihan membatik yang diadakan KUD SHS Mandiri Krambilsawit melalui program Desa Mandiri Lestari binaan Yayasan Damandiri.

Salah seorang warga Dusun Pringwulung, Krambilsawit, Hartini – Foto: Jatmika H Kusmargana

Ia mengaku antusias mengikuti pelatihan karena bisa mendapatkan keterampilan serta pengalaman baru dalam hal memproduksi batik. Ia pun berharap ke depan bisa memiliki usaha produksi batik sendiri, sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarga.

“Biasanya saya hanya nganggur di rumah, momong anak. Tapi dengan ikut kegiatan seperti ini, saya bisa dapat ilmu dan pengalaman baru,” katanya, belum lama ini.

Ibu satu anak ini mengaku, baru pertama kali mengikuti pelatihan wirausaha semacam ini. Sebelumnya, ia mengaku tak pernah sama sekali mengetahui proses pembuatan batik, karena memang tak pernah ada pelatihan yang digelar di desanya.

“Baru pertama kali ikut pelatihan membatik. Awalnya sulit karena baru pertama kali. Tapi setelah terbiasa sekarang sudah mulai bisa,” katanya.

Sementara itu, warga lainnya Marupi (44) juga mengaku, baru pertama kali ikut pelatihan membatik. Wanita yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh tani ini mengaku, mendapatkan ilmu berharga dalam memproduksi batik mulai dari membuat pola, mencanting, ngeblok, mewarnai, nglorot, hingga finishing.

Lihat juga...