Lima Desa di Poso Kerja Sama Kemitraan Konservasi dengan TNLL

290
Dokumen foto Danau Tambing di kawasan Taman Nasional Lore Lindu. (Ant)

POSO — Masyarakat di lima desa di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah melakukan penandatanganan kerja sama konservasi dengan Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) sebagai tanda keseriusan mereka menjaga dan melestarikan kawasan konservasi di wilayah itu.

Penandatangan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan lima kepala desa di Lembah Bada bersama Kepala Balai Besar TNLL, Jusman, disaksikan Direktur Kawasan Konservasi Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Diah Murtiningsih, dan kepala Subdirektorat PKS berlangsung di Desa Kageroa, Kecamatan Lore Barat, Jumat (15/3/2019).

Direktur Kawasan Konservasi, Diah Murtiningsih, menyambut baik kesepakatan kerja sama masyarakat dan Balai Besar TNLL dalam menjaga kawasan konservasi Cagar Biosfer Lore Lindu yang kini menjadi paru-paru dunia itu.

Lima desa yang berkomitmen dan sepakat untuk tetap memelihara dan melestarikan hutan serta seluruh keanekaragaman hayati di dalam kawasan konservasi di wilayah Lembah Bada itu, yakni Desa Kalori, Lengketa, Tuare, Lelio, dan Kageroa.

Secara turun temurun, masyarakat ramah dengan kawasan hutan konservasi di sekitarnya sehingga sumber air di wilayah Lembah Bada terbilang tidak pernah kering.

Itu juga bisa terlihat dari kondisi hutan yang ada cukup bagus dimana pepohonon tumbuh sangat rapat dan hampir tidak ada cela.

Kegiatan itu suatu program untuk membangun pengelolaan kawasan konservasi bersama dengan masyarakat setempat.

“Memang kita harus akui bahwa kawasan konservasi harus memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga akses itu kita berikan kepada mereka.Jika selama ini masyarakat telah merasakan manfaat dari kawasan konservasi yang ada di sekitarnya, maka sudah pasti mereka akan memeliharanya,” katanya.

Pemerintah, katanya, memberikan apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah, khususnya Pemkab Poso, atas dukungan dan kepedulian terhadap kawasan konservasi TNLL. Area TNLL sebagian masuk wilayah Kabupaten Poso dan sebagian Kabupaten Sigi.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga berterima kasih kepada masyarakat, tokoh adat, dan Pemerintah Kecamatan Lore Barat dan Lore Selatan, serta Pemkab Poso atas keikutsertaan menjaga kawasan konservasi itu yang bukan hanya aset pemerintah dan masyarakat Kabupaten Poso dan Sulteng, tetapi aset bangsa dan negara Indonesia.

Menurut dia, perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani itu memperkuat dan meyakinkan bahwa kawasan konservasi di wilayah Lembah Bada akan tetap terjaga kelestarian hutan dan alamnya.

Dia juga menambahkan bahwa ke depan ada empat desa lainnya juga menjalin kemitraan yang sama dengan Balai Besar TNLL.

Wakil Bupati Poso, Zamsuri, mengatakan pemerintah dan masyarakat setempat, termasuk di Dataran Napu dan Bada, tetap berkomitmen menjaga aset hutan dan alam di daerah itu.

Dia menjelaskan kerja sama itu bukti bahwa masyarakat menginginkan hutan dan alam untuk dijaga kelestariannya karena selama ini telah banyak memberikan manfaat bagi mereka.

“Yang jelas Pemkab Poso sangat mendukung dan terus mendorong program-program pemberdayaan yang dilakukan TNLL maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di daerah itu,” ujarnya.

Kedatangan Direktur Kawasan Konservasi dan rombongan ke Desa Kageroa, Kecamatan Lore Barat disambut dengan prosesi Pepomahile yang merupakan adat masyarakat Lembah Bada. Pepomahile merupakan adat suku Bada yang dilakukan hanya pada acara khusus untuk menghormati tamu-tamu penting pemerintah yang baru pertama kalinya berkunjung ke wilayah itu.

Tamu yang datang pertama-tama disambut dengan tarian momohe-cakalele dan diiringi musik bambu. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan Pepomahile dengan materi, seperti beras putih halus dan tujuh butir telur ayam, satu ekor ayam jantan yang paruhnya berwarna kuning sebagai lambang ketersediaan lauk pauk, nira sebagai minuman penghormatan, dan parang.

Hadir dalam kegiatan itu, antara lain Asisten II Sekretaris Daerah Pemkab Poso,Kepala BKSD Sulteng, Kepala Taman Nasional Togean, Camat Lore Barat, Camat Lore Selatan, Kapolsek Lore Barat, dan sejumlah tokoh agama, masyarakat, dan pemuka adat. Data TNLL menyebutkan luas areal TNLL mencapai 217.000 hektare. (Ant)

Lihat juga...