Longsor Manggarai Barat, 4 Korban Ditemukan

Editor: Mahadeva

LABUAN BAJO – Empat korban longsor yang tertimbun di kampung Culu, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Kamis (7/3/2019) sore, ditemukan. Dengan demikian, masih ada empat korban lain yang saat ini masih harus dicari oleh petugas gabungan.

“Hingga hari kedua terjadinya longsor, sudah empat korban ditemukan. Dua korban ditemukan Jumat (8/3/2019) dan dua korban lainnya ditemukan, Sabtu (9/3/2019),” sebut Kepala Kantor SAR Maumere I Putu Sudayana didampingi Humas SAR Maumere, Yudha Kusuma, Sabtu (9/3/2019).

Empat korban tersebut adalah, Hironimus Rius (47), Leonardus Rifal (13), Regemius Sera (32) dan dan seroang bayi bernama Tania (8 bulan). Sementara 4 korban lainnya Paulinus Salin (61), Margareta Arsi (46) dan dua anak-anak Nelti (6) dan Jelita Mensa (13) belum ditemukan.

Empat personel SAR Labuan Bajo, bergabung bersama tim yang merupakan gabungan berbagai unsur seperti TNI AL, TNI AD, serta masyarakat umum termasuk keluarga korban. Pencarian terus dilakukan, dengan menggunakan alat berat.

Kepala kantor SAR Maumere I Putu Sudayana (kiri) bersama staf SAR Maumere Karel. Foto : Ebed de Rosary

Untuk mempercepat proses pencarian korban, Basarnas Maumere menambah personel di lokasi longsor. “Tim menggunakan kendaraan roda empat dengan membawa peralatan evakuasi darat dan lampu penerangan darurat. Kita berharap kroban yang tertimbun longsor bisa segera ditemukan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Manggarai Barat, Ovan Adu, menyebut, pihaknya bersama PPK ruas jalan nasional bahu membahu membersihkan jalan dari material longsor. Hal itu dikarenakan, jalan tersebut adalah satu-satunya akses yang ada di daerah tersebut. “Ada empat alat berat yang dikerahkan, berupa loader dan wheel loader alat membersihkan material longsoran dari arah Labuan Bajo, menuju lokasi longsor. Sedangkan dua alat berat lain, eskavator dan loader membersihkan material longsoran dari arah Ruteng menuju Labuan Bajo,” terangnya.

Sebelumnya, longsor terjadi ketika hujan lebat mengguyur Desa Tondong Belang dan beberapa wilayah sekitarnya. Hujan terjadi sejak Rabu (6/3/2019) malam hingga Kamis (7/3/2019). Akibat curah hujan yang tinggi dan berlangsung selama kurang lebih 15 jam tersebut, ruas jalan nasional Labuan Bajo-Ruteng lumpuh total.

Terdata ada 18 titik longsor, yang menyebabkan arus kendaraan dari Labuan Bajo Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat, menuju Ruteng Ibu Kota Kabupaten Manggarai lumpuh total. Selain tertutup material longsor, hujan dan longsor juga mengakibatkan jembatan jembatan Wae Lia di Culu Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Mabar roboh.

Lihat juga...