Manfaat Kompos untuk Tanah dan Tanaman

Editor: Mahadeva

182

JAKARTA – Bukan hanya menyediakan unsur hara bagi tanaman, kompos juga memiliki kemampuan untuk memperbaiki struktur tanah. Keberadaanya mampu untuk meningkatkan kualitas tanah. 

Kompos adalah pupuk organik, yang berasal dari pembusukan sisa-sisa tanaman maupun hewan. Pembuatan kompos, bisa berlangsung secara aerobik dan anaerobik, yang saling menunjang pada kondisi lingkungan tertentu.

“Secara singkat, kompos adalah bahan organik yang sudah terdekomposisi untuk pupuk tanaman. Terdekomposisi ini maksudnya, sudah terjadi pembusukan karena ada bantuan mikroba pengurai pada campuran bahan baku dan pupuk kandang yang dicampur menjadi satu,” kata Staf Agro Taman Buah Mekarsari, Didi Suhendi, Kamis (14/3/2019).

Kompos dapat menjaga fungsi tanah, agar unsur hara di dalam tanah mudah dimanfaatkan oleh tanaman. “Untuk menambah kesuburan tanaman di pot, kompos bisa ditaburkan di bagian atas tanah yang ada di pot. Tapi kalau untuk media tanam, bisa dicampur dengan tanah, dengan perbandingan satu berbanding satu,” jelasnya.

Alat penyaring kompos di taman buah Mekarsari – Foto Ranny Supusepa

Kompos bisa juga dijadikan pengganti arang sekam. Sehingga tanah tanaman bisa menjadi lebih poros. “Maksudnya poros, adalah air bisa mengalir dengan lebih lancar. Risikonya penyiraman menjadi lebih sering dilakukan. Ini penting, karena kalau air terlalu banyak di tanaman, bisa membuat akar membusuk,” tambah Didi

Fungsi lainnya bagi tanaman, kompos membantu proses pertumbuhan tanaman. Dengan menjaga struktur tanah dan menjaga fungsi tanah, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.  Tumbuhan membutuhkan beberapa jenis unsur hara. Yang pertama adalah unsur hara makro primer, yang dibutuhkan dalam jumlah banyak oleh tanaman. Diantaranya, unsur Nitrogen, Phospor dan Kalium.

Unsur hara berikutnya yang dibutuhkan tanaman adalah, makro sekunder, yang meliputi unsur Sulfur, Kalsium dan magnesium. Unsur hara mikro yang dibutuhkan sedikit oleh tanaman adalah Ferro (Fe), Cuprum (Cu), Chlor (Cl), Boron (B), Mangan (Mn) dan Molibdenum (Mo).  “Tanaman dapat tumbuh baik jika ada unsur hara. Tapi bukan itu saja yang dibutuhkan. Tanaman juga membutuhkan mikroba pengurai, yang akan memisahkan anion dan kation unsur hara. Sehingga unsur hara bisa diserap oleh tanaman,” urai Didi.

Mikroba pengurai inilah yang merupakan keunggulan dari kompos, yang tidak tersedia di pupuk kimia. “Pupuk yang tersedia biasanya memiliki komposisi yang jelas, jadi pembeli bisa memilih unsur yang dibutuhkannya. Tapi tanaman biasanya tidak hanya membutuhkan satu unsur saja, lagi pula pupuk kimia biasanya tidak mengandung mikroba pengurai,” tandasnya.

Kompos juga mampu meningkatkan pH pada tanah asam. Sehingga mengurangi risiko tanaman keracunan oleh ion Aluminium dan Mangan. Tanah yang baik adalah, tanah yang remah. Artinya, yang mempunyai tata ruang udara yang baik, sehingga udara dan air dapat masuk dengan sempurna.  “Kompos merupakan perekat pada butir-butir tanah dan mampu menjadi penyeimbang tingkat keretakan pada tanah dengan menarik mikroorganisme untuk menjadikan tanah gambar,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...