Melihat Pembuatan Kompos di Taman Buah Mekarsari

Editor: Mahadeva

206

JAKARTA – Pembuatan kompos di Taman Buah Mekarsari, bukan hanya untuk kepentingan penggunaan internal saja. Kegiatannya, juga menyiapkan kompos untuk dijual kepada pencipta tanaman.

Kompos yang dimiliki Taman Buah Mekarsari terbuat dari berbagai bahan baku. Proses pengolahan membutuhkan waktu enam hingga delapan minggu. “Kalau di Mekarsari, bahan utama kompos berasal dari pangkasan-pangkasan dahan, daun maupun rumput, yang berasal dari dalam area Mekarsari sendiri,” kata Staff Agro Taman Buah Mekarsari, Didi Suhendi, di lokasi pembuatan kompos Blok E, Taman Buah Mekarsari, Kamis (14/3/2019).

Proses pembuatan kompos, yang pertama adalah pemilahan bahan baku kompos. Prosesnya memilah antara dahan maupun ranting, serta yang besar dan yang kecil. Usai pemilihan, proses berikutnya penyusunan tumpukan yang berlapis.

Penyusunan secara berlapis, berfungsi untuk membusukan bahan baku kompos. “Ukuran tumpukan ini dua meter kali dua meter, dengan tinggi sekira satu meter. Dalam proses penumpukan ini, kita campur juga dengan pupuk kandang. Komposisinya, 30 sentimeter bahan kompos lalu ditaburi dengan pupuk kandang, dan disiram dengan bioaktivator. Ini dilakukan hingga mencapai tiga atau empat lapis. Jadi ketinggiannya bisa mencapai sekitar 120 sentimeter,” papar Didi.

Bioaktivator banyak diperdagangkan. Namun, di Mekarsari dibuat dari sisa-sisa buah maja yang membusuk, atau biasa disebut Mol Maja.  “Proses selanjutnya adalah pembalikan. Yang di dalam jadi di luar, yang di atas menjadi di bawah. Sekalian dipindahkan, diaduk dan dipukul-pukul dengan menggunakan cangkrang,” tambah Didi.

Dari proses yang dilakukan, yang terpenting adalah kelembaban tumpukan. Jika saat pembalikan diketahui kelembabannya kurang, maka perlu ditambahkan air biasa. “Tumpukan ini harus lembab, sekitar 50 hingga 60 persen kadarnya. Dan tidak boleh terlalu becek juga. Cara pengukurannya adalah dengan mengepal bahan kompos ini. Jika dikepal, ada air mengalir artinya terlalu basah. Tapi saat dikepal tidak mau menggumpal, artinya terlalu kering,” ujar Didi sambil mencontohkan proses pengecekan kelembaban bahan kompos.

Proses pembalikan dilakukan seminggu sekali. Dalam satu periode produksi, bisa dilakukan enam hingga delapan kali pembalikan. Saat pertama kali pembalikan, suhu tumpukan kompos bisa mencapai 65 hingga 70 derajat Celcius.

Dengan kondisi tersebut, mikroba akan bekerja aktif. Selain untuk menghaluskan, juga untuk mensterilkan bahan kompos. Semakin sering dilakukan pembalikan, maka suhu akan semakin menurun. “Waktu pembalikan ini tergantung dari bahan bakunya. Kompos yang sudah jadi, terlihat dari tampilannya yang mulai hancur,” ucap Didi.

Mesin Giling Kompos milik Taman Buah Mekarsari – Foto Ranny Supusepa

Jika kompos sudah jadi, proses akan berlanjut ke penyaringan atau penghilangan. Penggunaan mesin penyaring atau mesin penggiling, bergantung pada kebutuhan pengguna kompos.  “Kompos yang dihasilkan, kebanyakan digunakan untuk kepentingan Mekarsari sendiri. Ada yang dijual, tapi hanya sedikit jumlahnya, dari kompos yang dihasilkan dalam satu periode. Dalam satu periode, bisa menghasilkan dua hingga empat ton kompos, yang berasal dari sekira tujuh sampai 10 ton sampah. Jadi bisa dikatakan, jumlah kompos yang dihasilkan adalah sekitar sepertiga dari jumlah sampah yang disetorkan ke lokasi pembuatan kompos ini,” jelas Didi.

Sebelum proses penyaringan atau penghilangan, bahan kompos harus diangin-anginkan terlebih dahulu. Hal itu dilakukan untuk menghindari penggumpalan, saat proses penggilingan maupun penyaringan.  “Penggilingan dilakukan untuk bahan yang ada rantingnya. Biasanya penggunaan kompos pada lokasi lahan atau tabulampot. Kalau untuk yang dikemas guna penjualan, itu kita saring lalu di packing dalam kantong,” ujar Didi.

Sisa ranting dari proses penyaringan, bisa digiling atau diproses ulang untuk menghanucurkan ranting yang masih berukuran besar. Kompos di Taman Buah Mekarsari, dijual dalam kantong ukuran empat hingga lima kilogram. Kemasa satu kilogram, biasa dipergunakan Taman Buah Mekarsari sebagai suvenir bagi pengunjung.

Baca Juga
Lihat juga...