Menkes Minta RSUD Terus Berinovasi

Editor: Koko Triarko

165

MATARAM – Sebagai upaya memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan, semua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Nusa Tenggara Barat diminta terus melakukan inovasi meningkatkan kualitas layanan.

Demikian disampaikan Menteri Kesehatan, Prof. dr. Nila Faried Moeloek, usai meresmikan Gedung Public Service Center (PSC) 119 Mataram Emergency Medical Service (MEMS) RSUD Kota Mataram, Rabu (13/3/2019).

“RSUD Kota Mataram, termasuk RSUD yang mampu melakukan inovasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat, melalui layanan Public Safety Center (PSC) 119 Mataram Emergency Medhical Service (MEMS) berbasis IT”, kata Nila.

Menurutnya, layanan berbasis IT, selain lebih memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan, juga bisa mengurai antrean yang selama ini kerap terjadi, karena dilakukan konvensional.

Dengan kualitas layanan yang baik, masyarakat tidak akan sungkan mendatangi rumah sakit milik pemerintah, sebagai pilihan tempat mendapatkan pengobatan.

“Inovasi layanan PSC RSUD Kota Mataram, merupakan kejutan bagi seluruh jajaran di Kementerian Kesehatan, karena di tingkat Kementerian Kesehatan belum ada inovasi pelayanan yang sama dengan yang ada di Kota Mataram,” ungkap Nila.

Dikatakan, melalui PSC, masyarakat melaporkan via layanan 119, dijemput ambulan, perawatan selama perjalanan ke rumah sakit, hingga diberikan pelayanan di UGD, inovasi ini sangat bagus.

Bahkan, katanya, kalau ada masyarakat yang ingin melaporkan secara live kejadian atau pasien yang membutuhkan pertolongan, bisa dilakukan di ruangan tersebut. Yaitu, melalui aplikasi WhatsApp.

Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh, menambahkan, dalam pelayanan kesehatan pihak rumah sakit juga menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan. Sebab, pelayanan kesehatan, di samping tepat, juga harus cepat. Sehingga, pasien rujukan dari kabupaten kota, dapat menggunakan pesawat dan segera mendapat perawata medis.

“Wisatawan domestik dan mancanegara yang menjadi pasien pun, dapat memanfaatkan layanan tersebut. Meski, untuk pembayarannya ditanggung oleh pesien sendiri,” katanya.

Selanjutnya, pelayanan kesehatan dengan sistem home care yang digagas jajaran rumah sakit itu, merupakan inovasi yang menjadikan NTB ini berbeda dengan daerah lain.

“Artinya, banyak orang tua yang tidak mampu ke rumah sakit. Dengan dipanggilkannya petugas home care ke rumah, maka masyarakat bisa dibantu mengobati sakitnya,” jelasnya.

Ia berharap, inovasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat terus ditingkatkan. Apalagi, pada 2021 NTB akan menjadi tuan rumah MotoGP. Sehingga, fasilitas kesehatan betul-betul disiapkan dengan baik.

Baca Juga
Lihat juga...