Mujilah Kantongi Omzet Rp1,2 Juta per Hari, Berkat Warung Damandiri

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Hampir setiap pagi, warung sayur sekaligus warung kelontong milik Mujilah (55) di Dusun Sumberbatikan, RT 03, Desa Trirenggo, Bantul, tampak selalu ramai pembeli. Silih berganti, pembeli yang mayoritas merupakan warga kampung sekitar, sibuk memilih barang dagangan untuk keperluan sehari-hari mereka.

Ada yang membeli bumbu dapur dan sayur untuk keperluan memasak, ada pula warga yang membeli kebutuhan pokok, seperti beras, gula, dan gas elpiji.

Dari sejumlah warung yang ada di Dusun Sumberbatikan, warung milik Mujilah memang menjadi salah satu warung paling ramai pembeli. Selain karena harganya terjangkau, warung ini juga memiliki bermacam jenis dagangan.

“Di sini dagangan komplit. Ada sayuran, sembako, hingga keperluan rumah tangga. Selain itu, lokasinya juga dekat dengan rumah. Jadi, kalau mau belanja mendadak, bisa. Harganya juga terjangkau. Bahkan, bayar belakangan juga bisa, kalau di toko kan tidak bisa,” ujar salah seorang pembeli, Supartinah.

Berjualan sejak pagi hingga sore hari, Mujilah mengaku bersyukur warung miliknya bisa selalu ramai. Menurutnya, hal itu tak lepas karena adanya program Bedah Rumah sekaligus Pendirian Warung Damandiri yang ada di desanya.

“Dulu, saya mendapat bantuan dari koperasi (KUD Gemah Ripah Trirenggo). Rumah saya direnovasi dan saya dibuatkan warung usaha. Sebelumnya saya memang sudah berjulan di rumah lama, tapi lokasinya kurang layak,” katanya.

Dengan dana bantuan Rp20 juta untuk Bedah Rumah dan Rp2,5 juta untuk usaha warung dari Yayasan Damandiri, Mujilah yang merupakan seorang istri pekerja serabutan itu pun memulai kehidupan barunya.

Lihat juga...