Nelayan di Kulon Progo Belum ‘Naik Kelas’

Ilustrasi -Dok: CDN

YOGYAKARTA – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, memberi bantuan alat tangkap berupa dua unit perahu mesin tempel bersama kelengkapannya, kepada nelayan kecil pada 2019 untuk meningkatkan hasil tangkapan mereka.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulon Progo, Sudarna, mengatakan, nelayan di Kulon Progo  masih masuk kategori nelayan kecil, belum ada yang naik kelas, apa yang dimiliki dan kemampuan penguasaan teknologi masih rendah, sehingga bantuan yang diberikan juga masih sebatas alat tangkap ringan.

“Tahun ini bantuannya berupa dua unit perahu mesin tempel dan perlengkapannya, berupa jaring berbagai jenis dan ukuran,” katanya, Sabtu (30/3/2019).

Selain memberikan bantuan alat tangkap, Sudarna mengatakan, DKP juga memberikan pelatihan perbaikan mesin kapal, dan mengikutsertakan nelayan dalam magang kapal besar, sehingga mereka ahli melaut.

“Kami juga memberikan pembinaan supaya nelayan kecil di Kulon Progo lebih profesional,” katanya.

Sudarna mengatakan, DKP Kulon Progo mentargetkan produksi ikan tangkap selama 2019 sebesar 2.673 ton. Namun, berdasarkan hasil capaian setiap tahun, target perikanan tangkap tidak pernah terealisasi, karena banyak faktor, di antaranya cuaca buruk.

Selain itu, Pelabuhan Tanjung Adikarto yang sedianya beroperasi sejak 2012, hingga saat ini belum beroperasi seperti yang diharapkan oleh nelayan dan masyarakat pada umumnya.

“Kami berharap, pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto segera diselesaikan, sehingga dapat segera beroperasi. Saat ini, belum terwujud, sehingga kondisi inilah menjadi faktor utama kenapa target ikan tangkap di Kulon Progo tidak terealisasi,” katanya.

Menurut dia, potensi ikan tangkap di sepanjang pantai selatan di Kulon Progo yang banyak, kalau hanya untuk mencapai target sebanyak 2.673 ton, sangat kecil. Dengan catatan, Pelabuhan Tanjung Adikarto sudah berfungsi. Satu kapal ukuran 30 grosston (gt) menurunkan hasil tangkapan bisa mencapai puluhan ton.

“Persoalannya, potensi sumberdaya alam dari laut tidak bisa masuk ke Kulon Progo, dan didaratkan di wilayah lain, maka mustahil kita dapat mencapai target produksi perikanan tangkap,” katanya.

Ketua DPRD Kulon Progo, meminta DKP Kulon Progo benar-benar memberikan pendampingan kepada nelayan kecil, supaya SDM meningkat dan profesional.

“Nelayan Kulon Progo itu mata pencahariannya tidak murni nelayan saja, tapi juga sebagai petani. Sehingga perlu ada pembinaan dan pendampingan supaya mereka menjadi nelayan andal,” katanya. (Ant)

Lihat juga...