Nikmat Lezatnya Abon Tuna Wairotang

Editor: Satmoko Budi Santoso

228

MAUMERE – Banyaknya ikan tuna yang dijual di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Maumere merupakan peluang bisnis yang dimanfaatkan para ibu rumah tangga di kelurahan Wairotang kota Maumere. Kelompok Usaha Mandiri yang awalnya beranggotakan 20 orang ini mulai membuat abon ikan.

“Kami mendapat bantuan dana pemberdayaan dari Kementerian Tenaga Kerja RI melalui anggota DPR RI, Pius Lustrilanang,” sebut ketua Kelompok Usaha Mandiri Wairotang, Theresia Rosvina, Sabtu (16/3/2019).

Dikatakan Tres, sapaannya, untuk membuat Abon Ika Tuna, pihaknya membeli ikan tuna di TPI Alok. Ikan tuna yang dibeli harus yang segar dan hanya bisa dibeli di TPI Alok Maumere saat pagi hari.

“Kalau ikan tuna banyak kami beli 3 ekor dengan harga Rp500 ribu per ekor. Berat dagingnya setelah direbus mencapai 10 kilogram tetapi setelah digoreng hasilnya hanya 7 kilogram saja,” ungkapnya.

Setelah diproses, abon ikan tuna miliknya dijual ke masyarakat di kota Maumere dan langsung habis. Dari menjual abon ikan, anggota kelompok yang tersisa 17 orang tersebut mendapatkan uang Rp90 ribu sehari per orang.

“Bahannya selain ikan tuna ada serai, santan kelapa, jahe dan minyak goreng. Bumbu yang dipergunakan bawang merah, bawang putih, ketumbar, garam dan kunyit,” ujarnya.

Ikan tuna segara yang telah dibeli, lanjutnya, dicuci hingga bersih. Pisahkan kepala dan ekornya serta potong-potong hingga kecil. Daging ikan tuna tersebut pun dikukus hingga matang lalu diangkat dan ditiriskan airnya hingga kering.

Lalu, pisahkan daging ikan tuna dengan cara disuwir hingga berukruan kecil sambil membuang tulang ikan. Daun serai dan jahe dimemarkan sementara bawang merah, bawang putih dan ketumbar dihaluskan.

“Bumbu yang sudah dihaluskan ditumis hingga harum lalu masukkan daun serai dan jahe. Lalu aduk hingga merata. Setelah itu masukkan santan kelapa dan aduk hingga merata juga. Kemudian masukkan daging ikan tuna yang sudah disuwir tersebut dan aduk bersama bumbu hingga merata,” terangnya.

Menurut Tres, usahakan bumbu dan daging ikan tuna tersebut terus diaduk hingga santan mengering. Setelah itu angkat dan tiriskan minyaknya hingga tidak ada lagi minyak dan sudah mengering. Baru dimasukkan ke dalam kemasan plastik yang telah disiapkan. Usahakan saat memasak nyala api jangan terlalu besar.

“Untuk ukuran 100 gram dijual seharga Rp20 ribu sementara ukuran 250 gram dijual seharga Rp50 ribu. Dengan modal Rp1,9 juta kami bisa mendapat pemasukan Rp3 juta. Keuntungan bisa langsung dibagi Rp90 ribu per orang dan sisanya dimasukkan ke uang kas kelompok,” terangnya.

Agustina Fernandez, tenaga ahli anggota DPR RI Pius Lustrilanang, menyatakan, pihaknya selalu memesan abon ikan tuna tersebut untuk dijual di Jakarta. Selain harganya terjangkau, abonnya pun lebih enak dan gurih karena menggunakan ikan segar yang baru ditangkap.

“Kelompok ini baru mendapat izin dari Dinkes Sikka sehingga baru bisa memasarkan di Sikka. Saat ini sedang mengurus izin dari BPOM karena baru terbentuk tahun 2018.

Keuntungan dari usaha ini kata, Iin, sapaannya, sangat lumayan bisa 100 persen. Pihaknya berharap dengan bantuan kepada kelompok, potensi wirausaha bisa terus berkembang terutama di kalangan ibu rumah tangga.

“Dengan begitu bisa menambah pendapatan keluarga. Kami memberikan bantuan dana untuk modal Rp130 juta per kelompok dan terus melakukan pendampingan. Untuk tahun 2018 di kabupaten Sikka ada 4 kelompok sementara di tahun 2019 ada 3 kelompok. Bantuan dana aspirasi melalui Kementerian Tenaga Kerja,” terangnya.

Baca Juga
Lihat juga...