OJK NTB: Program Pembiayaan Usaha Mikro untuk Lawan Rentenir

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

171
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Farid Falletehan. Foto : Turmuzi

MATARAM — Untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pinjaman di bank, terutama di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan program Pembiayaan Usaha Mikro.

“Tidak semua masyarakat terutama pelaku UMKM yang skala usahanya masih kecil bisa mengakses pinjaman ke bank. Program ini bisa dimanfaatkan” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Farid Falletehan, Kamis (14/3/2019).

Program ini diluncurkan untuk mendorong peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Selain menyasar yang tidak dapat mengakses pinjaman di bank, juga banyak diprioritaskan bagi warga di pedesaan. Diharapakan dapat membantu masyarakat lebih mudah dalam meminjam pinjaman modal usaha.

“Program itu menciptakan pengusaha, dengan memberikan pinjaman sekitar Rp 2.000.000 juta,” ujar Farid

Farid menambahkan, program ini sudah teruji keberhasilannya, sehingga OJK berharap dapat mempercepat penyaluran KUR. Termasuk bisa mengurangi rentenir di tengah masyarakat, yang memberikan peminjam dengan bunga cukup besar.

Meski demikian, untuk mengembangkannya, harus melihat dari sisi kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendukung lainnya.

Prioritas Program Pembiayaan Usaha Mikro adalah ibu rumah tangga yang memiliki pendapatan tambahan.

Lebih lanjut Farid menambahkan, Skema pembiayaan ini merupakan kerja sama antara Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan dan Badan Ksesabilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo yang bertajuk Digitalisasi UMI. Selain itu konsepnya untuk memperkenalkan digitalisasi dalam program pemerintah yang berhubungan dengan usaha mikro kecil.

“Mungkin dari pemerintah daerah (Pemda) dapat mendorong program tersebut, karena ini salah satu upaya melawan rentenir,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...