hut

Pemerintah Desa Watudiran Tata Pantai Wisata Niamita

Editor: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Keindahan pantai di pesisir selatan Kabupaten Sikka sungguh tidak diragukan lagi. Selain pasir putihnya juga ombak yang bergulung-gulung hingga mencapai satu meter. Ini tentunya menjadi aset wisata yang bisa dikembangkan pemerintah terutama pemerintah desa.

“Kami memang sedang membangun akses jalan ke pantai wisata Niamita yang berpasir hitam di pantai selatan. Memang pasirnya bukan berwarna putih tapi hitam, dan sangat halus,” tutur kepala desa Watudiran kecamatan Waigete, Maxentius Maxmulianus, Minggu (24/3/2019).

Dikatakan Maksi, sapaannya, jarak dari jalan desa menuju ke lokasi pantai sejauh sekitar 3 kilometer. Pihaknya akan membangun bertahap, tahun 2019 ini sedang dibangun sejauh 500 meter yang merupakan jalan rabat atau semen.

Kepala desa Watudiran, kecamatan Waigete, Maxentius Maxmulianus. Foto: Ebed de Rosary

“Memang kita membangun secara bertahap menggunakan dana desa. Sebab bila berharap dari pemerintah kabupaten tentunya akan membutuhkan waktu lama dan belum pasti disetujui,” ungkapnya.

Untuk itu, pihak desa kata Maksi, harus memulai melakukan pembangunan akses jalan dari desa menuju pantai wisata. Selain pantai Niamita, ada lagi pantai Rung yang berpasir putih dan sangat menarik.

“Banyak wisatawan asing yang bepergian ke pantai ini walau harus berjalan kaki. Mereka tertarik dengan keindahan pantai yang masih asli dan alamiah serta sangat indah. Pantainya pun tidak dikunjungi wisatawan,” tuturnya.

Sesudah membangun jalan, kata Maksi, pihaknya akan melakukan penataan pantai dengan melibatkan masyarakat sekitar. Pembangunan lopo atau pondok yang menggunakan bahan-bahan alami dengan memanfaatkan bahan lokal.

“Banyak bahan lokal seperti daun kelapa, ilalang dan bambu yang bisa dipergunakan. Dengan begitu masyarakat sekitar juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan kalau pantai wisata ini ramai dikunjungi,” sebutnya.

Maria Yuliwati, salah seorang guru di SMPN 3 Waigete mengakui, pantai Rung dan Niamita memang sangat indah. Untuk itu pemerintah harus melakukan penataan termasuk membuka akses jalan ke lokasi wisata.

“Banyak tempat wisata di desa Watudiran yang bisa mendatangkan penghasilan bagi pemerintah desa dan juga kepada masyarakat. Intinya akses jalan dan informasi dalam hal ini jaringan telepon seluler harus tersedia,” ujarnya.

Untuk itu, harap Maria, pemerintah kabupaten Sikka harus meminta perusahaan telekomunikasi seperti Telkomsel untuk memasang BTS di Watudiran. Adanya BTS juga bisa menjangkau beberapa desa lainnya seperti Hale di kecamatan Mapitara serta Runut di kecamatan Waigete.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!