hut

Pemilihan Wakil Ketua MK, Diundur 

Editor: Koko Triarko

Sekjen MK, M Guntur Hamzah -Foto: M Hajoran

JAKARTA – Mahkamah Konstisusi (MK), hari ini sedianya melakukan pemilihan Wakil Ketua MK, menggantikan Aswanto, melalui rapat pleno hakim (RPH). Namun, pemilihan tersebut terpaksa ditunda karena para hakim MK belum ada kata sepakat, terkait kriteria dan syarat calon Wakil Ketua MK.

“Sedianya, hari ini ada rapat pleno hakim untuk menentukan posisi Wakil Ketua MK menggantikan pak Aswanto yang berakhir masa jabatan hakim konstitusi awal 2019 ini. Tapi, karena kriteria dan syarat calon belum ada kata sepakat, akhirnya pemilihan Wakil Ketua MK dilanjutkan hari Senin, 25 Maret 2019,” kata Sekjen MK, M Guntur Hamzah, di Gedung MK, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Guntur Hamzah mengatakan, belum ada nama calon kandidat yang ditentukan saat rapat pleno hakim yang ditunda, karena belum ada kata sepakat terkait kriteria calon Wakil Ketua MK. Hal itu disebabkan, waktunya mendekati salat Jumat, sehingga harus ditunda pekan depan.

“Dalam rapat juga belum ditentukan nama kandidat calon Wakil ketua MK. Para hakim, masih bermusyawarah menentukan kriteria untuk dicalonkan menjadi wakil ketua MK. Kalau figur itu, tentu yang mengetahui para Yang Mulia, jadi belum sampai ke nama figur,” ujarnya.

Guru Besar Hukum Universitas Hasanuddin itu menyebutkan, MK memastikan, pada Senin sudah ada Wakil Ketua MK terpilih untuk periode berikutnya, menggantikan Aswanto yang saat ini kembali terpilih menjadi hakim MK periode kedua dari unsur DPR. Sebab, hari Selasa (26/3/2019) sudah diagendakan pelantikan Wakil Ketua MK.

“MK memastikan nama Wakil Ketua MK akan diputuskan pada Senin (25/3). Bila nantinya tidak mencapai mufakat, tentu kita akan mengambil keputusan melalui voting. Sebab, Selasa (26/3) MK menjadwal acara pengucapan sumpah Wakil Ketua terpilih di hadapan mahkamah,” jelasnya.

Guntur Hamzah mengatakan, musyawarah untuk mencapai mufakat dalam pemilihan Wakil Ketua MK, akan lebih baik daripada voting.

“Musyawarah pemilihan masih kemungkinan akan terbuka, sesuai ketentuan kalau dinyatakan, bahwa musyawarah selesai dan tidak ada sepakat, tentu dilanjutkan dengan cara pengambilan voting itu. Situasi hari ini belum mencapai tahap ada keinginan untuk voting. Ya, itu baru pada keinginan untuk bermusyawarah,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, jabatan Wakil ketua MK sebelumnya  dipegang oleh Aswanto untuk periode 2018-2020. Namun, jabatan Aswanto terhenti, seiring masa jabatannya sebagai hakim konstitusi berakhir pada 2019.

Lihat juga...