hut

Pemkot Palu Verifikasi Data Rumah Rusak Akibat Gempa

PALU — Pemkot Palu, Provinsi Sulawesi Tengah menurunkan tim khusus untuk memverifikasi ulang data rumah rusak akibat gempa bumi, tsunami serta dan likuefaksi yang terjadi pada 28 Sepember 2018 sebelum dana stimulan dari pemerintah pusat dicairkan.

Ketua Satgas Validasi Data Korban Bencana Alam Pemkot Palu, Arfan, mengatakan sebelum dana untuk perbaikan rumah dari pemerintah dicairkan, makanya akan dilakukan lagi verifikasi agar dana tersebut tepat sasaran.

Tim verifikasi akan menemui pemilik rumah yang rusak untuk mencocokan data yang sudah ada dengan kondisi rumahnya.

Menurut dia, verifikasi sangat penting, meski sudah ada data base. Tim akan mencocokan kembali baik kepemilikan bangunan dan tingkat kerusakan rumah.

“Jangan sampai didata sebelumnya rusak sedang, tetapi kenyataan hanya rusak ringan,” ujarnya di Kota Palu, Rabu (6/3/2019).

Karena itu, Arfan mengimbau masyarakat atau korban bencana alam yang rumahnya sudah dilaporkan rusak untuk tidak meninggalkan tempat, sebab tim verifikasi akan turun langsung mendatangi tempat domisili korban.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk melengkapi berbagai persyaratan administrasi seperti sertifikan tanah atau akte penyerahan tanah.

“Kalau dokumen kepemilikan tanah sudah tidak ada atau hilang karena bencana alam, bisa diminta kepada Bantor BPN setempat,” kata Arfan.

Berdasarkan data yang ada, jumlah bangunan rumah penduduk yang rusak berat, sedang dan ringan di Kota Palu sebanyak 34.216 unit.

Semua bangunan itu akan diverifikasi ulang dalam beberapa hari ke depan. Tim verifikasi sudah turun ke lapangan sejak Senin (4/3).

Setiap rumah yang rusak berat akan mendapatkan dana stimulan dari pemerintah pusat sebesar Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan 10 juta. (Ant)

Lihat juga...