Pemprov Sumbar Dorong Sekolah Siaga Bencana

Editor: Koko Triarko

PADANG – Wilayah Provinsi Sumatra Barat yang merupakan daerah gudangnya bencana, membuat pemerintah setempat terus berupaya menciptakan masyarakat yang siaga bencana, termasuk sekolah-sekolah. Pemprov Sumatra Barat menganggap perlu adanya kesiapsiagaan di setiap sekolah yang ada.

Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mengatakan dampak bencana meliputi semua aspek kehidupan manusia, baik moril maupun materil. Termasuk sarana pendidikan, sehingga proses belajar mengajar juga terganggu, dan menimbulkan korban jiwa terhadap peserta didik.

Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit/ Foto: M Noli Hendra

Kejadian tersebut tentunya sangat memprihatinkan semua pihak, terutama karena para pelajar adalah generasi penerus bangsa.

“Daerah Sumatra Barat, memang merupakan kawasan rawan bencana, dan bukan sesuatu hal yang harus ditakuti atau disesali, tapi harus menjadi pemicu semangat bagi kita untuk tumbuh dan tangguh dalam segala hal. Ini juga perlu diterapkan bagi sekolah-sekolah, melalui bimbingan Teknis Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bagi kepala sekolah, guru SLTA sederjat,” katanya, Kamis (21/3/2019).

Nasrul melihat, kejadian bencana yang terjadi selama ini, dapat menyadarkan semua orang, bahwa betapa pentingnya penerapan kesiapsiagaan bencana kepada sekolah-sekolah, atau satuan pendidikan lainnya, yang tangguh dalam menghadapi risiko bencana. Untuk mencapai ketangguhan sekolah, setidaknya ada tiga pilar yang menjadi perhatian.

Pertama, aspek bangunan dan fasilitas sekolah, kedua aspek manajemen bencana di sekolah, dan ketiga aspek pendidikan pengurangan risiko bencana (PRB) di sekolah.

Bencana gempa bumi, tsunami dan bencana hidrometeologi, tinggi kejadian di Sumatra Barat, merupakan konsekuensi yang tidak bisa dihindari dari pergerakan tiga lempeng Indo-Australia, dengan lempeng Eurasia di lokasi Mentawai (Megathrust Mentawai Fault System), serta Sumatera Fault System (sesar Sumatra).

Begitu juga faktor iklim cuaca yang cukup dinamis, curah hujan yang tinggi dan lebat di musim penghujan, membuat Sumatra Barat sering dilanda banjir, banjir bandang dan longsor.

Sementara bila terjadi musim kemarau,  di berapa daerah terjadi kekeringan. Ada beberapa posisi sekolah di Sumatra Barat yang masuk di kawasan rawan banjir dan longsor.

Lihat juga...