Pemulihan Lingkungan Teluk Balikpapan Butuh Waktu Lama

Editor: Koko Triarko

246
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto -Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Pascapencemaran minyak mentah pada tahun lalu di Teluk Balikpapan, Dinas Lingkungan Hidup menyatakan, pemulihan diperlukan waktu yang lama, kendati proses pembersihan terus dilakukan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto, mengungkapkan, pemulihan lingkungan tersebut meliputi pembersihan sisa tumpahan minyak yang masih ada, termasuk di dinding batu hingga kawasan pesisir.

“Termasuk menggali beberapa tempat untuk membersihkan sisa minyak,” katanya, Jumat (15/3/2019).

Ada enam sanksi yang diberikan setelah peristiwa kecelakaan kapal yang mengakibatkan patahnya pipa, sehingga terjadi pencemaran lingkungan pada 30 Maret 2018.

“Dalam hal ini, Pertamina pemilik pipa minyak tersebut telah memaparkan rencana pemulihan. Izinnya sudah keluar. Sedangkan untuk pemulihan ekosistem mangrove, membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun,” katanya.

Menurutnya, pemulihan itu dilakukan sampai mangrove hidup kembali ketika ditanam. dan yang menyatakan bahwa ekosistem kembali pulih adalah Menteri LHK.

Menurutnya, pembersihan sisa minyak diawasi oleh KLHK, dan fungsi DLH hanya membantu mengoordinasikan dengan Pertamina dan tahap pelaksanaan.

“KLHK ingin pemulihan dilakukan secara optimal,” imbuhnya.

Bahkan, dengan kejadian tersebut, saat ini sedang dikembangkan penelitian agar mangrove tahan terhadap minyak. “Secara kasat mata, memang sudah bersih, tapi harus tetap dipulihkan, karena tidak mudah memulihkannya,” tutupnya.

Lihat juga...