Penanaman Melon SH1 di Cilacap Sukses

Editor: Mahadeva

Melon SHI1 saat berumur 30 hari - Foto Ranny Supusepa

JAKARTA – Penanaman bibit melon Siti Hartinah-1 (SH1), yang ditanam Taman Buah Mekarsari di Cilacap sukses. Penanaman di lahan seluas 1 hektare, milik delapan petani dengan 17 ribu bibit melon SH1, berhasil menghasilkan 19,5 ton melon kualitas eksklusif. 

Staf Agro R&D Taman Buah Mekarsari, Muhammad Adi Atmajuniarta, menceritakan, Dirinya bertugas mendampingi para petani tadah hujan di daerah tersebut. Selama kurang lebih tiga bulan, petani didampingi menanam melon SH1.

“Para petani ini adalah petani padi dengan sistem tadah hujan. Jika tidak sedang menanam padi, mereka hanya menanam cabai di lahan mereka. Itu pun hanya dilakukan oleh satu orang petani saja. Jadi untuk meningkatkan pendapatan, Taman Buah Mekarsari menawarkan penanaman melon jenis SH1,” kata Adi di lokasi pembibitan melon SH1 Taman Buah Mekarsari, Selasa (19/3/2019).

Cilacap dipilih, karena cocok untuk menanam melon SH1. Cilacap merupakan daerah dengan ketinggian 90 Meter Dari Permukaan Laut (mdpl). Dengan tipe tanah jenis tanah liat berpasir. “Lahan bekas sawah ini, pertama kali kita olah dengan traktor. Kita beri pupuk dasar, yaitu campuran antara pupuk kandang dengan NPK dan KCL berdosis rendah. Kenapa kita hanya menggunakan dosis rendah? Karena saat kita tes tanahnya masih ada sisa dari penggunaan pupuk padi sebelumnya, yaitu Urea dan Za. Baru setelah itu tanah ditutup dengan plastik mosa, untuk menjaga agar tidak ada gulma dan kondisi tanah tetap lembab,” papar Adi.

Bunga Melon Jantan – Foto Ranny Supusepa

Proses pengolahan tanah untuk menanam melon memakan waktu satu bulan. Selama proses pengolahan tanah, bibit yang dibawa dari Taman Buah Mekarsari mulai disemai.  “Proses penyemaian butuh waktu 10 hari. 17 ribu benih yang kita bawa dari Taman Buah Mekarsari, direndam dengan air hangat selama kurang lebih dua jam. Lalu ditiriskan dan diletakkan di atas koran. Setelah itu benih ditutup dengan kertas koran dan lap basah selama dua hari sampai tumbuh kecambah. Baru kita letakkan di media tanam yang berisi campuran tanah dan pupuk kandang. Jika melon sudah mencapai ketinggian 5 cm, baru kita pindahkan ke lahan,” tutur Adi.

SH1 merupakan varietas unggulan Taman Buah Mekarsari, yaitu melon jenis Golden. Nilai jual buah tersebut tidak berfluktuasi, tahan virus dan Vigornya juga bagus.  “Tampilan atau vigor SH1 ini bagus. Daunnya berwarna hijau royo-royo dan batangnya besar. Daunnya juga tidak terlalu melebar sehingga jarak tanamnya bisa lebih dekat,” ungkap Adi.

Selain melakukan proses penyemaian dan pengolahan tanah, Taman Buah Mekarsari juga menampingi petani mulai dari penanaman, perawatan dan pengusiran hama. Pendampingan dilakukan selama 24 jam. “Kalau siang digunakan untuk mengerjakan lahan. Malam hari sambil petani beristirahat, kita berbicara tentang teknis maupun pengaturan anggaran,” kata Adi.

Adi menyebut, hama yang terpantau pada penanaman melon SH1 di Cilacap adalah hama trips. Hamanya berbentuk seperti kutu kecil berwarna hitam. Biasa hinggap pada kelopak bunga melon. “Ukurannya sekitar 2 mm saat dewasa. Sehingga memang membutuhkan pengecekan yang sangat teliti,” ucapnya.

Butuh waktu 65 hari, bagi SH1 untuk memasuki masa panen.  “Jadi kemarin itu di Cilacap, yang panen sekira 80 persen dengan berat buah antara 1,3 kilogram sampai dua kilogram. Untuk tingkat petani yang tidak memiliki pengetahuan sama sekali tentang tanaman melon sebelumnya, hasil ini sangat bagus. Sekitar 19,5 ton kemarin pas panen,” ucap Adi.

Di April, akan dimulai kembali aktivitas penanaman melon di lahan seluas empat hektare. “Melihat hasilnya, animo petani terlihat tinggi. Bahkan untuk penanaman selanjutnya akan ada penambahan petani dan penambahan jumlah lahannya,” ujarnya.

Untuk melihat proses penanaman dan perawatan SH1, masyarakat dapat datang ke Taman Buah Mekarsari saat Festival Melonial pada 6 hingga 14 April 2019 mendatang.

Lihat juga...