Penanganan Ganoderma di Taman Buah Mekarsari

Editor: Satmoko Budi Santoso

BOGOR – Ganoderma merupakan salah satu jenis jamur yang sulit ditangani. Karena sifatnya tular tanah. Penggunaan pestisida nabati dianggap lebih mampu untuk mengendalikan penyebaran ganoderma di perkebunan.

Koordinator Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Taman Buah Mekarsari, Saad, mengemukakan, bahwa ganoderma bersifat mampu bertahan hidup di alam dalam jangka waktu panjang. Penggunaan fungisida, menurut literatur, berkemungkinan tidak efektif. Karena sifat fisika dan kimia tanah yang dapat terdegradasi sebelum pestisida mampu membasmi ganoderma.

Saad menyebutkan, bahwa ganoderma dapat diidentifikasi dari munculnya lingkaran kecil yang ukurannya semakin membesar. Hingga tumbuh cendawan di bagian bawah tanaman.

“Awalnya, ganoderma hanya muncul seperti bulatan kecil berwarna putih. Bisa di batang atau di akar. Bulatan putih ini, akan membesar seiring waktu,” kata Saad, di Kebun Jeruk Pamelo, Taman Buah Mekarsari, Minggu (24/3/2019).

Ganoderma memiliki sifat parasit pada tanaman. Sehingga menyebabkan kebusukan pada akar dan batang tumbuhan tropika di area perkebunan atau di hutan.

Menurut penelitian, telah terdaftar 250 jenis spesies ganoderma. Dari semua jenis ini, gejalanya sangat sulit dideteksi. Gejala yang muncul pada tanaman tua dan tanaman muda pun berbeda.

“Serangan ganoderma yang paling terkenal adalah pada tanaman sawit. Kalau di Taman Buah Mekarsari, yang sudah terjadi pada Nangka, Durian, Kawista dan Jeruk. Hingga saat ini kami berupaya untuk menanggulanginya menggunakan pestisida nabati hasil penelitian Taman Buah Mekarsari sendiri,” ucap Saad.

Saad mengemukakan untuk menghindari ganoderma sangat penting untuk melakukan pengetesan tanah terlebih dahulu sebelum melakukan penanaman.

“Ganoderma ini penyebarannya utamanya bukan dari tanaman tapi dari lahan yang sudah mempunyai inang. Biasanya dari perakaran yang tertinggal dari tanaman sebelumnya. Ganoderma ini sanggup bertahan di tanah dalam jangka waktu lama,” ujar Saad.

Oleh karena itu, Taman Buah Mekarsari sebelum melakukan penanaman selalu mengeksplorasi tanah dan mensterilkan lahan.

“Sebelum ditanami biasanya lubang tanam akan dibiarkan beberapa hari terlebih dahulu. Baru mulai ditanam. Dan semua bekas akar harus dibuang,” ucap Saad lebih lanjut.

Saad menuturkan, penyerangan ganoderma termasuk klasifikasi yang cepat dan jika tanaman sudah mulai layu menguning biasanya jalan yang ditempuh hanya penebangan.

“Langkah pencegahan bisa dengan menjaga sanitasi dan bisa juga menggunakan fungisida untuk memperlambat pertumbuhan ganoderma. Juga harus diingat bahwa ganoderma sangat menyukai kelembaban,” papar Saad.

Untuk memberi perlakuan pada ganoderma yang tumbuh di akar, Saad menyebutkan, harus ada penggalian dengan kedalaman beberapa sentimeter atau hingga leher akar, baru diberikan pesnab dan fungisida.

Lihat juga...