Perajin Kain Tenun Lombok, Sepi Kunjungan Penjualan Lesu

Editor: Satmoko Budi Santoso

MATARAM – Meski bencana gempa bumi telah berlalu dan proses rehabilitasi serta rekonstruksi terus dilakukan Pemerintah Provinsi NTB, tapi trauma dan dampak yang ditimbulkan belum sepenuhnya bisa hilang, baik bagi masyarakat maupun wisatawan yang melakukan kunjungan.

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kerajinan kain tenun, Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Tengah, termasuk yang terdampak dari bencana gempa bumi beberapa waktu lalu. Selain tingkat kunjungan mengalami kelesuan, volume penjualan juga mengalami penurunan.

“Sejak bencana gempa mengguncang Lombok, sampai sekarang, baik kunjungan maupun penjualan sepi. Kita lebih banyak menghabiskan waktu menganggur,” kata Yuli, penjual dan perajin kain tenun Lombok, Selasa (5/3/2019).

Kalaupun ada yang datang berkunjung, lanjutnya, kebanyakan hanya melihat, jarang ada yang membeli. Kalaupun membeli, yang dibeli hanya berupa barang suvenir seperti topi, kopiah, dan tas.

Sementara untuk kain, jarang sekali ada yang membeli. Kondisi sekarang ini, jelas Yuli, sangat jauh berbeda ketika sebelum bencana gempa bumi melanda. Kunjungan wisatawan setiap hari senantiasa ramai, apalagi hari libur, lebih ramai lagi.

“Dengan kondisi sekarang, Yuli hanya bisa pasrah dan berharap akan bisa normal kembali sebagaimana sediakala,” katanya.

Santi, perajin lain juga berharap, kunjungan wisatawan bisa berlangsung seperti sediakala. Supaya kain tenun yang dihasilkan bisa laku terjual. Mengingat dirinya menggantungkan ekonomi keluarga dari kerajinan kain tenun yang dihasilkan.

Santi saat mengerjakan proses pembuatan kain tenun Lombok – Foto: Turmuzi

Harga tiket yang mahal dan kebijakan bagasi berbayar, juga dinilai Santi menjadi salah satu penyebab lesunya kunjungan dan penjualan hasil kerajinan kain tenun Lombok selama beberapa bulan terakhir.

“Untuk menghasilkan satu jenis kain tenun, memakan waktu sampai hitungan bulan dengan harga bervariasi. Mulai Rp300.000 sampai Rp5.000.000 sebagai harga tertinggi. Tergantung jenis motif kain yang dibeli,” katanya.

Lihat juga...