Perusakan Ponpes Al Falah, Umat Diminta Tidak Terprovokasi

Editor: Mahadeva

515

PURWOKERTO – Situasi di Kabupaten Banyumas sedikit terasa tegang, pascaperusakan masjid dan kitab suci Alquran di Pondok pesantren Miftahul Falah, yang berada di Desa Buniayu, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas.

Bupati dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyumas mengimbau, umat Islam tidak terprovokasi. Umat diminta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib. Bupati Banyumas, Achmad Husein, Kamis (20/3/2019) malam pukul 20.00 WIB, mengumpulkan para tokoh agama dan ormas di Banyumas. Bupati menyampaikan, langkah tersebut sebagai antisipasi supaya tidak terjadi huru-hara, jika pelaku perusakan ditemukan.

ʺKita menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak berwajib, jangan main hakim sendiri dan jangan terprovokasi, karena itu semua komponen saya kumpulkan di sini termasuk Camat Tambak, Bakesbang dan lainnya,ʺ kata Husein, dalam acara tersebut.

Ketua MUI Banyumas, KH.Khairi Shofa menyampaikan rasa prihatin, terhadap kejadian perusakan di Pondok Pesantren Miftahul Falah. ʺAtas nama pengurus DPD MUI Banyumas, saya menyampaikan rasa prihatin sedalam-dalamnya atas kejadian tersebut. Memang kita harus mengantisipasi sedini mungkin berbagai kemungkinan ke depan, terlebih saat ini situasi menjelang pemilu, sehingga lebih sensitif,ʺ tuturnya.

Plt Camat Tambak, Ika Suprihatin, menyampaikan kronologis kejadian perusakan di Pondok Pesantren Miftahul Falah. Kejadian perusakan pada Kamis (21/3/2019) dini hari. Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falah, Abdul Majid, mendengar ada suara berisik seperti benda yang dipukul berulang. Namun, suara tersebut terdengar hanya sebentar kemudian hilang, sehingga ia tidak merasa curiga dan tidak keluar dari rumah.

Pengurus pondok baru mengetahui ada aksi perusakan, saat hendak melaksanakan Salat Subuh. Saat itu, terlihat bagian dinding dan keramik lantai rumahnya, telah dirusak orang tidak dikenal. Demikian juga saat pergi ke Masjid, sebagian karpet masjid ternyata kotor dengan tanah basah.

Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, mengatakan, ada enam titik yang menjadi sasaran perusakan, diantaranya ada kitab yang dibuang ke dalam sumur. ʺAda enam titik kerusakan, pertama ada terpal yang diduga dirusak dengan menggunakan benda tajam, kemudian kebun milik pondok juga rusak, selanjutnya ada dua pohon besar di bagian belakang pondok yang juga dirusak, lalu rumah takmir masjid, ada kitab yang dibuang ke dalam sumur dan di dalam masjid beberapa Alquran berserakan tidak pada tempatnya,ʺ terang Kapolres.

Kapolres menyebut, terjadi tindakan tidak wajar di sekitar lokasi pondok. Kerusakan pada enam titik tersebut, terjadi secara runtut pada satu jalur dan dalam waktu yang bersamaan. ʺKita sudah meminta keterangan pada beberapa orang saksi yang mendengar peristiwa pengrusakan tersebut dan sampai saat ini terkait motif serta berapa pelaku, masih kita selidiki lebih lanjut,ʺ pungkas Kapolres.

Lihat juga...