Pesona Indonesia TMII, Edukasi Budaya Bangsa

Editor: Makmun Hidayat

340

JAKARTA — Gerak lincah penari cilik berbalut busana tradisional Betawi paduan warna merah dan hijau, sangat gemulai.

Mereka adalah siswi SD Strada Santa Maria Tangerang, yang mempersembahkan tari Lenggang Nyai di Pesona Indonesia Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (3/3/2019).

Berlanjut tarian Layang-layang persembahan SDN Mekar Jaya 21 Depok. Gerak gemulai mereka berpadu busana warna hijau, merah dan kuning dengan asesoris penghias kepala, sungguh memukau penonton.

Kepala Bidang Diklat dan Pembinaan Potensi TMII, Endang Sari Dewi. – Foto: Sri Sugiarti

Kepala Bidang Diklat dan Pembinaan Potensi TMII, Endang Sari Dewi, mengatakan TMII sebagai wahana edukasi budaya memberikan kesempatan sanggar tari yang ada di Jabodetabek untuk pentas di Pesona Indonesia TMII.

“Pesona Indonesia TMII mewadahi dari sekolah-sekolah se-Jabodetabek untuk tampil menari. Terutama dalam pentas ini adalah pelajar Indonesia maju yang diutamakan adalah sekolah dasar,” kata Endang kepada Cendana News ditemui di sela-sela acara di Desa Seni TMII, Jakarta, Minggu (3/3/2019).

Karena pendidikan itu diawali dari tingkatan dari Taman Kanak-Kanak (TK), SD dan kemudian sampai perguruan tinggi. Namun dalam hal masih mewadahi sekolah dasar.

Namun demikian sebut dia, anak-anak, misalnya PAUD kemudian TK dan SD yang masih taraf belajar pentas atau belum mapan. Akan diberi wadah di panggung Foodcourt Desa Wisata TMII, yang ditampilkan pada November-Desember mendatang.

Jadi tegas dia, target Pesona Indonesia TMII ini memang pihaknya memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah untuk tampil maksimal.

“Karena di sini kami tidak mau lagi ada pementasan yang asal-asalan. Jadi memang harus ada pengemasan yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Baik itu pemilihan anak penampilnya, kemudian komposisinya, dan tarian yang dibawakan. Kemudian kostum itu juga harus sesuai dengan tarian yang dibawakan. “Jadi tidak boleh lagi dengan kostum yang seadanya. Jadi untuk peningkatan dari tahun sebelumnya,” tandasnya.

Kemudian untuk tahun 2019 ini, TMII mencoba untuk memberikan motivasi kepada anak-anak dan guru dengan penilaian. Seperti, menari tampilan rapih.

Pada akhir tahun, peserta Pesona Indonesia TMII dari beberapa sekolah akan diberikan piagam penghargaan. Diharapkan untuk tahun berikutnya di panggung pentas Pesona Indonesia ini akan lebih baik lagi tampilannya.

Pesona Indonesia TMII, kali ini diikuti oleh delapan sekolah. Setiap sanggar sekolah memberikan maksimal tiga materi pagelaran tari yang berbeda.

Sekolah yang akan tampil terlebih dulu diseleksi dulu potensinya. Ini dilakukan karena TMII sangat selektif dalam memberikan ruang seni.

Apalagi TMII adalah wadah pembinaan untuk edukasi budaya. “Kebetulan yang melekat di bidang saya, kan Diklat pembinaan dan potensi. Jadi ini kewajiban kami untuk berikan kesempatan ke sekolah-sekolah tampil pertama di TMII dalam balutan Pesona Indonesia,” jelas Endang.

Penampilan SDN Mekar Jaya 21 Depok dalam tarian Layang-Layang di Pesona Indonesia TMII, Jakarta, Minggu (3/3/2019). – Foto: Sri Sugiarti

Dia berharap setelah beberapa tahun kemudian bisa menyaring penampilannya bisa lebih baik, dari tahun sebelumnya hingga 2019. Setelah evaluasi, kemudian harus ada pemberian penilaian dengan memberikan motivasi kepada guru dan siswa.

Sebagai wahana edukasi, TMII tidak hanya memberikan kesempatan bagaimana caranya pentas. Tapi juga memberikan edukasi permainan tradisional yang sekarang mulai ditinggalkan. Seperti, bakiak, gangsing dan egrang.

Mereka yang bisa memainkan permainan tradisional ini akan diberikan vouncer kunjung wahana Dunia Air Tawar, Taman Burung dan Museum Komodo dan Taman Reptilia.

Yopie, guru SDN Pondok Kelapa 06 Pagi, Jakarta Timur, mengaku siswinya tampil baru pertama kali di Pesona Indonesia TMII.

Dengan tampil menari di TMII, menurutnya, anak didiknya mendapatkan wawasan budaya yang lebih luas. Mereka lebih mengetahui ragam tarian daerah yang disajikan oleh para siswi dari sekolah lain.

“Pesona Indonesia TMII ini, ruang kesenian bagi kami untuk tampil menari daerah. Acara ini edukasi budaya bagi anak-anak, lebih cinta budaya dan menjaga kebersamaan,” ujar Yopie kepada Cendana News.

Adapun Bela, salah satu peserta mengaku senang bisa tampil menari di Pesona Indonesia TMII. “Senang ya, kalau bisa sih setiap bulan tampil nari di TMII, pasti seru nambah teman dan lebih tahu budaya daerah lain,” ujarnya.

Lihat juga...